TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Insiden kandasnya kapal wisata jenis Live on Board (LOB) yang diduga menyebabkan kerusakan terumbu karang di perairan Pulau Maratua mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Berau. Peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu itu disebut berlangsung di kawasan Channel Tornado Barracuda, salah satu lokasi penyelaman unggulan di Maratua.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa langkah investigasi harus segera dilakukan untuk mengetahui penyebab serta dampak yang ditimbulkan terhadap ekosistem laut.
Pemerintah Kabupaten Berau meminta instansi terkait melakukan penyelidikan secara menyeluruh, termasuk mengukur tingkat kerusakan terumbu karang yang diduga terdampak akibat insiden tersebut. Selain itu, operator kapal wisata juga diharapkan bertanggung jawab apabila terbukti terjadi kerusakan lingkungan.
Menurut Sri Juniarsih, koordinasi lintas sektor mulai dari pemerintah kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat perlu dilakukan guna memastikan penanganan kasus berjalan optimal.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Saya meminta dilakukan investigasi dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Jika terbukti terjadi kerusakan terumbu karang, maka harus dikenakan denda dan apabila diperlukan dapat ditempuh langkah hukum,” tegasnya.
Ia mengakui kehadiran kapal wisata yang membawa wisatawan ke Berau menjadi bukti tingginya daya tarik destinasi wisata bahari di wilayah tersebut, khususnya di perairan Pulau Derawan dan Maratua. Namun, aktivitas wisata harus tetap mengedepankan aspek keselamatan dan pelestarian lingkungan.
Karena itu, seluruh operator kapal wisata diingatkan untuk mematuhi alur pelayaran yang telah ditetapkan guna menghindari terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
“Berau mengedepankan konsep wisata konservasi. Karena itu, kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas wisata,” ujarnya.
Bupati juga meminta seluruh operator kapal wisata yang beroperasi maupun berlabuh di perairan Berau untuk menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah. Selain itu, penggunaan pemandu lokal dinilai penting, terutama saat beraktivitas di kawasan konservasi dan destinasi wisata bahari.
Menurutnya, pemandu lokal memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap karakteristik wilayah dan ekosistem setempat sehingga dapat membantu mencegah potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas wisata. (ADV)
Editor: Dedy Warseto





