TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan di SMP Negeri 2 Pulau Derawan. Pihak sekolah pun mengajukan sejumlah usulan perbaikan, mulai dari pengadaan meja dan kursi hingga rehabilitasi rumah dinas guru yang kondisinya dinilai sudah tidak layak huni.
Kepala SMPN 2 Pulau Derawan, Purnawan, mengungkapkan bahwa sebagian perabot belajar di sekolah tersebut telah mengalami kerusakan.
Meski sebelumnya sempat ada penambahan, namun jumlahnya dinilai belum mencukupi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal.
“Kami mengusulkan penambahan meja dan kursi karena banyak yang sudah rusak. Sebelumnya memang sudah ada penambahan, tapi masih ada yang tidak layak pakai,” ujarnya.
Lanjutnya, selain fasilitas ruang kelas, kondisi rumah dinas guru juga menjadi perhatian serius. Purnawan menyebut, terdapat dua unit rumah dinas yang merupakan bangunan lama dengan material kayu, dan saat ini kondisinya sudah banyak mengalami kerusakan.
“Rehab rumah guru ini penting, karena ada yang sudah tidak layak lagi di dalamnya. Bangunan lama yang berbahan kayu itu sudah banyak yang rusak,” jelasnya.
Dirinya menyebut, dari total tiga bangunan rumah dinas yang tersedia, satu unit telah direnovasi pada tahun lalu. Namun, masih tersisa satu bangunan dengan dua kamar yang belum mendapatkan perbaikan.
“Satu bangunan sudah direnovasi tahun lalu, sementara satu bangunan lagi dengan dua kamar belum tersentuh perbaikan,” ucapnya.
Saat ini, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan di SMPN 2 Pulau Derawan mencapai 21 orang. Dari jumlah tersebut, tujuh orang masih menempati rumah dinas yang berada di lingkungan sekolah. Sementara sisanya merupakan warga setempat yang tidak membutuhkan fasilitas tersebut.
Kondisi bangunan yang belum direnovasi dilaporkan mengalami kerusakan pada beberapa bagian, seperti dinding yang retak serta fasilitas kamar mandi yang tidak lagi berfungsi dengan baik.
“Ada dinding yang retak, kamar mandi juga sudah rusak,” katanya.
Tak hanya itu, keterbatasan ruang juga membuat pihak sekolah harus mengalihfungsikan satu ruang kelas menjadi gudang. Padahal, secara keseluruhan sekolah memiliki enam rombongan belajar (rombel).
“Kami punya enam rombel, tapi yang digunakan hanya lima karena satu ruangan dijadikan gudang,” ungkapnya.
Saat ini jumlah siswa di SMPN 2 Pulau Derawan tercatat sekitar 98 orang, dengan jumlah tertinggi yang pernah mencapai 115 siswa. Sebagian besar siswa berasal dari Pulau Derawan, sementara sebagian lainnya merupakan siswa pindahan dari luar daerah seperti Tanjung Selor dan Tanjung Batu.
Meski kebutuhan ruang kelas baru (RKB) dinilai sudah terpenuhi, keberadaan gudang tetap menjadi kebutuhan mendesak agar seluruh ruang kelas dapat difungsikan secara maksimal untuk kegiatan belajar.
Purnawan menambahkan, seluruh usulan tersebut sebelumnya telah disampaikan melalui forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Ia berharap, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan segera merealisasikan kebutuhan tersebut.
“Usulan sudah kami sampaikan melalui forum MKKS, semoga bisa disetujui agar fasilitas sekolah semakin memadai,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




