TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai perhelatan yang digelar Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Tanjung Redeb dalam rangka pelepasan siswa, pemberian apresiasi prestasi tingkat provinsi, serta penyelenggaraan Gebyar Vokasi Jilid 2 Tahun 2026.
Mengusung semangat kemandirian dan penerimaan sosial, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menyiapkan lulusan yang siap berkarya di tengah masyarakat.
Berbeda dari seremoni kelulusan pada umumnya, SLBN Tanjung Redeb memilih konsep sederhana dengan suasana kebersamaan melalui pelaksanaan acara secara melantai. Meski tanpa kemewahan, seluruh rangkaian berlangsung khidmat dan penuh makna.
Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan tidak ada beban tambahan bagi orang tua melalui iuran perpisahan. Langkah ini sekaligus menunjukkan kepedulian sekolah terhadap kondisi seluruh wali murid.
Kepala SLBN Tanjung Redeb, Masluhi menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur dari kemegahan acara, melainkan dari kesiapan peserta didik untuk hidup mandiri.
“Kesederhanaan ini menjadi simbol bahwa pendidikan yang bermakna adalah pendidikan yang mampu mengantarkan anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan diterima di masyarakat,” ujarnya.
Acara dibuka secara resmi oleh PLT Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Kalimantan Timur yang diwakili Arpinda serta dihadiri jajaran pengawas pendidikan, komite sekolah, dan unsur pendukung pendidikan lainnya.
Pada momen tersebut, sebanyak 52 siswa dari jenjang TK B, SD, SMP, hingga SMA resmi dilepas. Tidak hanya itu, sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi yang mengharumkan nama sekolah dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026 melalui capaian Juara 1 Menyanyi Solo, Juara 2 Pantomim, dan Juara 3 Pencak Silat.
Kemeriahan berlanjut melalui Gebyar Vokasi Jilid 2 yang menampilkan pertunjukan seni serta bazar karya siswa dari berbagai bidang vokasi. Kegiatan ini turut melibatkan mitra strategis sebagai ruang belajar dan penguatan pengalaman bagi peserta didik.
“Anak-anak ini telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berkembang dan berkarya,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





