TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemkab Berau terus menekankan pentingnya peningkatan pelayanan dasar sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah.
Fokus diarahkan pada tiga sektor strategis, yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, yang dinilai sangat krusial untuk menunjang arah pembangunan jangka panjang, khususnya di sektor pariwisata.
Dalam kesempatannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan bahwa infrastruktur jalan menjadi prioritas yang harus segera dibenahi, mengingat perannya yang vital dalam membuka akses ke berbagai wilayah, termasuk ke destinasi-destinasi wisata unggulan di Bumi Batiwakkal.
“Perbaikan akses jalan menjadi syarat utama jika kita ingin mendorong kemajuan sektor pariwisata. Infrastruktur yang memadai akan menunjang konektivitas antarwilayah dan menciptakan kenyamanan bagi wisatawan,” ungkapnya.
Sri menyebut, Kabupaten Berau saat ini berada dalam fase transisi pembangunan menuju arah yang lebih berkelanjutan. Salah satu sektor yang menjadi fokus utama adalah pengembangan pariwisata berbasis potensi lokal dan keunggulan alam.
“Berau memiliki kekayaan alam luar biasa, dari keindahan bawah laut di Derawan dan Maratua, hingga panorama unik di Labuan Cermin,” ujarnya.
“Jika potensi ini dikelola secara profesional dan didukung infrastruktur yang memadai, tentu dampaknya akan besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” sambungnya.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait akses jalan dan sarana transportasi umum menuju kawasan-kawasan wisata tersebut.
Oleh karena itu, ia mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bekerja lebih sinergis dan terkoordinasi dalam mendukung pengembangan wilayah.
“Saya tidak ingin ada program pembangunan yang berjalan sendiri-sendiri. Semua perangkat daerah harus berkoordinasi dengan pimpinan, baik kepala daerah, wakil bupati, maupun para asisten. Kita perlu satu frekuensi agar hasilnya bisa maksimal,” tegasnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya pelaporan rutin terhadap progres pembangunan di setiap sektor. Komunikasi yang terbuka, menurutnya, menjadi kunci dalam mengatasi berbagai kendala di lapangan.
“Kami paham pasti ada tantangan saat pelaksanaan program. Tapi justru itulah yang harus dibicarakan bersama untuk mencari solusi terbaik,” ucapnya.
Sri juga kembali menegaskan bahwa fokus pembangunan harus tetap berpijak pada peningkatan kualitas pelayanan dasar. Termasuk penguatan infrastruktur penunjang seperti jalan, jembatan, air bersih, hingga jaringan komunikasi yang merata hingga ke wilayah pedalaman dan pesisir.
Dirinya berharap, dengan pendekatan pembangunan yang terencana dan kolaboratif, seluruh potensi daerah dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan Berau sebagai daerah tujuan wisata yang ramah, nyaman, dan berdaya saing. (Adv)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





