TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemkab Berau terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Kerja Bakti Lingkungan dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang dilaksanakan di kawasan Tepian Sambaliung, Jalan SM Aminuddin, Kecamatan Sambaliung, Jumat (19/6/26) pagi.
Kegiatan yang dipimpin langsung Wakil Bupati Berau, Gamalis, itu melibatkan unsur pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat setempat.
Aksi bersih-bersih dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
Dalam kesempatannya, Gamalis menyampaikan bahwa Pemkab Berau telah menerbitkan Surat Edaran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sejak 30 Maret 2026. Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam membangun budaya hidup bersih dan menjaga kualitas lingkungan.
“Melalui Gerakan Indonesia ASRI, kita mendorong pelaksanaan kegiatan kebersihan setiap Selasa selama 30 menit sebelum aktivitas perkantoran dimulai, serta pelaksanaan Jumat Bersih di area-area publik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh camat di Kabupaten Berau juga telah diinstruksikan untuk memastikan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah kampung dan kelurahan, ketua RT, dunia usaha, hingga komunitas masyarakat dalam mendukung gerakan tersebut.
Menurut Gamalis, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang harus ditangani bersama. Hingga saat ini, masih ditemukan sejumlah titik pembuangan sampah liar di beberapa wilayah, termasuk di kawasan Kelurahan Sambaliung dan sepanjang Jalan Poros Bangun.
“Kami meminta seluruh masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Sampah liar tidak hanya merusak keindahan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan pencemaran,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti masih rendahnya kedisiplinan sebagian masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas bak amrol yang telah disediakan pemerintah. Kondisi tersebut menyebabkan sampah sering berserakan di sekitar tempat penampungan dan menimbulkan kesan kumuh.
“Pemerintah sudah menyediakan sarana penampungan sampah. Yang kita butuhkan sekarang adalah kesadaran bersama untuk memanfaatkannya dengan baik dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah maupun petugas kebersihan. Diperlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat melalui pembinaan dan pengawasan secara berjenjang, mulai dari tingkat RT, kelurahan hingga kecamatan.
Gamalis pun mengajak seluruh kelurahan dan kampung di Kabupaten Berau untuk terus memperkuat koordinasi dalam menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, saluran air maupun drainase. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Jika lingkungan bersih, maka kesehatan masyarakat dan kualitas hidup kita juga akan semakin baik,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





