TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Aktivitas investasi di Kabupaten Berau menunjukkan perkembangan menggembirakan pada periode awal 2026. Hingga akhir Triwulan I, nilai investasi yang berhasil direalisasikan mencapai Rp1.511.942.877.206 atau sekitar Rp1,51 triliun. Capaian tersebut turut memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja dengan total 1.937 orang terserap dari berbagai sektor usaha.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran menyampaikan, realisasi tersebut menjadi bagian dari progres pencapaian target investasi daerah tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp8,42 triliun.
Dari angka tersebut, capaian pada tiga bulan pertama tahun berjalan telah menyentuh sekitar 18 persen dari target tahunan. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa daya tarik investasi di Kabupaten Berau masih cukup kuat, seiring dengan terbukanya berbagai peluang usaha di daerah.
Ia menjelaskan, masuknya investasi tidak hanya berkontribusi terhadap nilai ekonomi, tetapi juga memiliki efek berantai bagi masyarakat. Kehadiran pelaku usaha baru maupun pengembangan usaha yang sudah berjalan dinilai mampu memperluas kesempatan kerja serta mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lokal.
“Realisasi investasi ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekonomi Berau. Harapannya, modal yang masuk tidak hanya meningkatkan aktivitas usaha, tetapi juga membuka peluang kerja dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan jenis penanaman modal, kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp770.992.734.973. Nilai tersebut berasal dari 579 proyek usaha yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Berau dan telah mencapai sekitar 14 persen dari target investasi PMDN tahun ini.
Sementara itu, investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp740.950.142.233 melalui 80 proyek selama periode Januari hingga Maret 2026. Realisasi tersebut telah menyentuh sekitar 25 persen dari target tahunan PMA.
Untuk sektor PMDN, kontribusi terbesar berasal dari bidang tanaman pangan dan perkebunan dengan nilai investasi Rp375.673.239.016 atau sekitar 48,73 persen. Kemudian sektor pertambangan menyumbang Rp207.064.590.582 atau 26,86 persen, disusul sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi sebesar Rp92.049.791.846 atau 11,94 persen.
Sedangkan pada sektor PMA, investasi terbesar berasal dari industri kertas, barang berbahan kertas, serta percetakan dengan nilai Rp526.747.138.500 atau sekitar 71,09 persen dari total investasi asing. Berikutnya sektor industri kayu mencatat Rp132.499.999.500 atau 17,88 persen, sementara sektor pertambangan berada di posisi berikutnya dengan nilai Rp30.644.196.000.
Nanang menambahkan, selain memperkuat perekonomian daerah, keberadaan investasi juga memberikan dampak nyata melalui penyerapan tenaga kerja.
“Setiap aktivitas investasi yang berjalan memiliki kontribusi terhadap penciptaan lapangan pekerjaan. Ini menjadi salah satu manfaat penting yang dirasakan masyarakat dari masuknya investasi ke daerah,” jelasnya.
DPMPTSP Berau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh investor dan pelaku usaha yang telah berperan dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, keberlanjutan investasi sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





