TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mendorong percepatan peningkatan status kampung, khususnya bagi kampung yang masih berada dalam kategori berkembang agar mampu bertransformasi menjadi kampung maju hingga mandiri.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menilai, perubahan status kampung tidak hanya bergantung pada kemampuan anggaran, tetapi juga pada kemauan pemerintah kampung untuk berinovasi, membangun jejaring, serta membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak.
Menurutnya, keterbatasan Alokasi Dana Kampung (ADK) saat ini menjadi tantangan yang harus disikapi dengan strategi baru. Salah satunya melalui penguatan kolaborasi bersama organisasi non-pemerintah atau Non-Governmental Organization (NGO) yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Sri Juniarsih mengatakan, kampung dengan status berkembang harus menjadikan kondisi tersebut sebagai momentum untuk terus meningkatkan kapasitas. Perangkat kampung didorong agar lebih aktif mencari pengetahuan, berdiskusi, serta menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Kalau masih berstatus berkembang, berarti masih ada ruang besar untuk berbenah. Pemerintah kampung harus terus meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, dan tidak segan berkonsultasi agar bisa berkembang lebih cepat,” ujarnya.
Ia mencontohkan keberhasilan Kampung Pulau Derawan yang mampu membangun kemitraan dengan pihak luar dalam menangani persoalan lingkungan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu contoh bahwa dukungan dari NGO dapat membantu kampung menghadirkan solusi yang lebih efektif.
“Kampung Pulau Derawan bisa menjadi contoh bagaimana kerja sama dengan NGO memberikan dampak positif. Salah satunya dalam pengelolaan sampah melalui program TPS3R yang mendapat dukungan dari pihak internasional,” jelasnya.
Menurutnya, pola kerja sama seperti itu perlu dikembangkan di kampung-kampung lain. Dengan kondisi fiskal daerah yang tidak lagi sama seperti sebelumnya, pembangunan kampung membutuhkan dukungan dari banyak sektor agar tetap berjalan optimal.
“Sekarang kemampuan pendanaan melalui ADK memang memiliki keterbatasan. Karena itu, perlu ada upaya membangun sinergi dengan pihak lain, termasuk NGO yang memiliki program dan kepedulian terhadap masyarakat kampung,” katanya.
Selain mendorong kampung berkembang untuk naik kelas, Bupati juga mengingatkan kampung yang telah berstatus maju agar mampu mempertahankan pencapaian tersebut. Salah satu perhatian utama adalah pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) agar benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Status maju harus dipertahankan dengan pengelolaan yang baik. BUMK harus terus diperkuat dan pemerintah kampung perlu berkoordinasi dengan DPMK agar bisa mendapat dukungan serta terhubung dengan perangkat daerah lainnya,” kuncinya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Ikbal Nurkarim




