TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Enam pelajar terbaik asal Kabupaten Berau kini tengah membawa nama daerah dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Mereka harus bersaing ketat dengan puluhan peserta terbaik dari seluruh kabupaten dan kota demi memperebutkan tiket menuju Paskibraka provinsi hingga nasional.
Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Berau, Emy, mengatakan keenam peserta tersebut merupakan peringkat tertinggi hasil seleksi tingkat kabupaten.
Adapun enam pelajar yang mewakili Berau yakni Alif Aditya dari MAN Berau, Iqbal Panca Anugrah dari SMAN 1 Berau, Maulana Febrian dari SMAN 15 Berau, Beatrice Geraldine Limbong dari SMAN 2 Berau, Najwa Adinda Rizqiana dari SMAN 1 Berau, serta Novrin dari SMAN 3 Berau.
“Dari hasil seleksi yang dilaksanakan di Kabupaten Berau, ada 104 orang kita ranking. Yang ranking satu, dua, tiga putra-putri itulah yang mewakili ke provinsi untuk mengikuti seleksi,” kata Emy.
Ia menjelaskan, seluruh peserta yang lolos ke tingkat provinsi kembali menjalani rangkaian seleksi ketat. Mulai dari tes wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, pemeriksaan kesehatan, parade, tes fisik hingga tes kepribadian.
Lanjutnya, persaingan di tingkat provinsi pun tidak mudah. Seluruh daerah di Kalimantan Timur mengirimkan wakil terbaiknya, sementara kuota yang tersedia sangat terbatas.
“Kuota provinsi ada 40 saja, sedangkan yang dikirim dari kabupaten/kota itu sebanyak 60 orang. Berarti nanti ada 20 orang yang tidak lolos,” ujarnya.
Tak hanya itu, kata dia, peluang menuju tingkat nasional juga terbuka bagi peserta terbaik. Namun seleksinya jauh lebih kompetitif. Setiap provinsi mengirim tiga pasang putra-putri terbaik, tetapi hanya satu pasang yang akhirnya dipilih menjadi anggota Paskibraka nasional.
“Kalau kuota nasional, masing-masing provinsi mengirim tiga pasang, tapi yang diambil hanya satu pasang putra-putri,” jelasnya.
Emy menuturkan, mekanisme seleksi dilakukan secara bertahap. Peserta yang tidak lolos di tingkat nasional nantinya akan kembali mengisi kuota tingkat provinsi. Setelah hasil provinsi diumumkan, pemerintah kabupaten baru menetapkan nama-nama anggota Paskibraka Kabupaten Berau.
Tahun ini, kuota Paskibraka Kabupaten Berau direncanakan sebanyak 35 orang. Ditambah empat peserta dari tingkat provinsi, total keseluruhan menjadi 39 orang. Meski demikian, yang akan bertugas di tingkat kabupaten tetap sebanyak 35 orang.
“Nanti yang tidak terpakai di nasional akan kembali lagi ke provinsi. Setelah provinsi mengumumkan siapa yang diterima, baru kabupaten mengumumkan nama-nama hasil akhirnya,” ucapnya.
Pengumuman hasil seleksi tingkat kabupaten diperkirakan dilakukan awal Juli mendatang. Peserta yang dinyatakan lolos selanjutnya akan mengikuti karantina dan pemusatan pendidikan serta pelatihan (Pusdiklat).
Dalam pelaksanaannya, terdapat perbedaan aturan antara seleksi tingkat kabupaten dan provinsi. Untuk tingkat provinsi, seluruh persyaratan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) wajib dipenuhi tanpa pengecualian.
“Kalau yang dikirim ke provinsi harus benar-benar mengikuti peraturan yang ditetapkan,” ujarnya.
Sebelumnya, seleksi Paskibraka Kabupaten Berau diikuti 227 pendaftar. Namun setelah melalui tahapan seleksi di Stadion Mini Teluk Bayur, hanya 104 peserta yang dinyatakan lolos. Terdiri dari 48 peserta putra dan 56 peserta putri.
Di tengah proses seleksi tersebut, Emy mengakui pelaksanaan kegiatan Paskibraka tahun ini ikut terdampak efisiensi anggaran daerah. Padahal, program tersebut merupakan agenda nasional yang dinilai penting dalam pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan generasi muda.
“Paskibraka ini kegiatan nasional, setidaknya menjadi prioritas dari segi anggaran juga. Tetapi tahun ini terjadi efisiensi besar-besaran dan itu terdampak sekali terhadap kegiatan Paskibraka di Kabupaten Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





