GUNUNG TABUR, PORTALBERAU – Pemkab Berau kembali menghadirkan Pasar Ikan Murah yang dipadukan dengan Bazar UMKM sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Kecamatan Gunung Tabur tersebut menghadirkan berbagai kebutuhan pangan dengan harga bersahabat, mulai dari ikan segar, beras, minyak goreng, sayuran hingga telur lokal. Sejumlah pelaku UMKM setempat juga turut ambil bagian dengan memasarkan produk olahan dan usaha mereka.
Dalam kesempatannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah perangkat daerah, yakni Dinas Perikanan, Dinas Pangan, serta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag).
Menurutnya, pasar murah tidak hanya diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, mendukung penanganan stunting dan mempercepat perputaran ekonomi masyarakat.
“Ini memang merupakan program pemerintah daerah yang dikolaborasikan antara Dinas Perikanan, Dinas Pangan dan Diskoperindag dalam rangka menurunkan inflasi, kemudian juga mendukung penanganan stunting serta mempercepat roda ekonomi,” ujar Sri Juniarsih.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar dua ton ikan disiapkan untuk masyarakat. Namun, jumlah pasokan ikan disesuaikan dengan kondisi musim, mengingat saat ini nelayan menghadapi angin selatan yang berdampak terhadap ketersediaan sejumlah jenis ikan.
Meski demikian, antusiasme masyarakat dinilai sangat tinggi. Pasar Ikan Murah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Berau agar program serupa dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
Sri menyebut Gunung Tabur menjadi kecamatan ketiga yang menjadi lokasi pelaksanaan setelah sebelumnya kegiatan serupa digelar di Sambaliung dan Tanjung Redeb.
“Antusias masyarakat sangat luar biasa. Ini sudah masuk kecamatan yang ketiga, sebelumnya di Sambaliung, Tanjung Redeb, dan sekarang di Gunung Tabur. Ke depan akan terus berputar ke kecamatan lainnya,” jelasnya.
Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, menjelaskan distribusi ikan murah akan disesuaikan dengan jarak dan kondisi wilayah tujuan. Hal tersebut penting untuk memastikan ikan yang dipasarkan tetap dalam kondisi segar dan berkualitas.
Untuk wilayah yang relatif jauh dari sentra perikanan, pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun pihak lain yang dapat membantu aspek operasional dan pengangkutan.
“Yang harus kita jaga adalah kualitas ikan. Karena kalau sudah beberapa lama dalam perjalanan, teksturnya bisa berubah. Jadi kita akan melakukan yang terdekat dulu, kemudian untuk kecamatan yang jauh akan kita koordinasikan bagaimana operasional pengangkutannya,” terang Abdul Majid.
Mengenai harga, ia memastikan ikan yang dijual dalam program tersebut diupayakan berada pada kisaran harga modal dan tidak melampaui harga pasar. Dengan demikian, masyarakat mendapatkan harga lebih terjangkau tanpa merugikan pelaku usaha perikanan maupun nelayan.
“Paling tidak kita berikan dengan harga modal, tidak melebihi harga pasar. Walaupun selisihnya mungkin Rp5 ribu, bagi masyarakat itu tetap lumayan. Prinsipnya kita tidak ingin merugikan pengusaha perikanan maupun nelayan,” katanya.
Abdul Majid menambahkan, ketersediaan jenis ikan juga sangat bergantung pada musim. Salah satu jenis ikan yang banyak diminati masyarakat, seperti ikan layang, tidak selalu tersedia dalam jumlah yang sama ketika kondisi musim kurang mendukung.
Karena itu, pelaksanaan pasar ikan murah ke depan akan mempertimbangkan potensi dan ketersediaan ikan di masing-masing wilayah.
Selain menyediakan ikan dengan harga terjangkau, kegiatan di Gunung Tabur juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka.
Pemerintah daerah ingin agar kegiatan pasar murah tidak hanya berorientasi pada pengendalian harga pangan, tetapi sekaligus memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat setempat.
Abdul Majid mengapresiasi dukungan pemerintah Kecamatan Gunung Tabur dan kelurahan setempat yang membantu menyiapkan sarana kegiatan, seperti tenda, meja dan kursi.
“Ini bentuk kerja sama yang bagus. Kami dari Dinas Perikanan tinggal membawa komoditas ikannya, sementara fasilitas sudah disiapkan oleh pihak kelurahan,” ujarnya.
Ia berharap pola kolaborasi tersebut dapat terus dilakukan ketika program pasar ikan murah diperluas ke kecamatan lain. Selain menjaga harga pangan, kegiatan ini juga diharapkan semakin meningkatkan minat masyarakat mengonsumsi ikan sebagai sumber pangan sehat, bergizi dan mendukung tumbuh kembang anak.
“Intinya ikan tersedia, tetapi tetap melihat kondisi musim. Kita juga tidak hanya menjual ikan, tetapi mengombinasikannya dengan pangan lainnya dan memberdayakan UMKM yang ada di wilayah tersebut,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





