TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Salah satu pembahasan dalam pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Berau bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kaltim yakni sektor perkebunan dan pelaku UMKM di Kabupaten Berau dipastikan akan mendapat sokongan modal baru melalui skema pembiayaan Pusat Investasi Pemerintah (PIP), sebuah Badan Layanan Umum (BLU) di bawah naungan Kementerian Keuangan RI.
Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis yang ditemui awak media usai rapat, menegaskan bahwa sokongan pembiayaan dari BLU pusat ini menjadi peluang besar bagi daerah. Terutama untuk memaksimalkan potensi komoditas lokal yang selama ini menjadi pilar ekonomi masyarakat.
“Kita juga bisa men-support UMKM lewat PIP, karena ada dana perkebunan yang dikhususkan untuk kakao, kelapa sawit, dan kelapa. Alhamdulillah semua potensi ini ada di Kabupaten Berau.,” ungkapnya.
Selain komoditas utama dan UMKM, sokongan dana melalui skema PIP itu juga untuk mendukung agenda kelestarian lingkungan hidup. Karena itu, pembiayaan yang ada diharapkan dapat terserap maksimal.
“Ada support juga untuk lingkungan hidup. Mudah-mudahan ini dapat kita berdayakan semaksimal mungkin. Tentu ini menjadi hal baru, suporting buat kita dari BLU ini,” jelasnya.
Kepala Kanwil DJPb Kaltim, Cahyo Purnomo sendiri mendorong penuh jajaran pemda untuk mempercepat sosialisasi program tersebut kepada masyarakat.
Menurutnya, sistem pembiayaan di bawah Kementerian Keuangan saat ini jauh lebih inklusif karena tidak hanya menyasar kelompok usaha, tetapi juga menyentuh sektor pertanian perorangan.
“BLU ini juga bisa dipakai untuk pertanian individu, jadi kami menyampaikan kepada pemerintah daerah agar bisa memanfaatkan beberapa program seperti UMKM dan sebagainya,”bebernya.
Di luar penguatan modal PIP, Cahyo turut mengapresiasi kinerja Pemkab Berau yang berhasil mencairkan seluruh dana desa tahap pertama. Sehingga pihaknya kini fokus mengawal akselerasi pencairan tahap kedua.
“Kita support tahap keduanya bisa segera direalisasikan secepatnya singgah dana itu bisa dirasakan secepatnya oleh masyarakat,” tandasnya. (ADV)
Editor: Dedy Warseto





