TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus mendorong agar Gedung Bioskop Teluk Bayur kembali beroperasi setelah sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Fasilitas tersebut ditargetkan dapat kembali menjadi ruang hiburan masyarakat sekaligus wadah berbagai kegiatan kreatif.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan secara fisik gedung bioskop tersebut sudah siap digunakan. Sejumlah fasilitas utama seperti layar dan kursi penonton telah tersedia, sementara beberapa kebutuhan pendukung masih dalam tahap pemenuhan.
Menurutnya, salah satu hal yang masih dikaji adalah sistem operasional pemutaran film, termasuk penggunaan teknologi yang nantinya paling sesuai untuk diterapkan di gedung tersebut.
“Kami upayakan nantinya ada pemutaran film untuk masyarakat. Terkait sistem pemutarannya masih kami kaji, apakah menggunakan perangkat modern seperti yang ada di studio bioskop saat ini atau menggunakan perangkat khusus lainnya yang sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, belum beroperasinya pemutaran film bukan disebabkan oleh kondisi bangunan, melainkan masih menunggu kelengkapan sejumlah fasilitas penunjang. Disbuspar juga membuka peluang menggandeng pihak lain untuk mempercepat kesiapan operasional.
“Untuk pemutaran filmnya memang belum berjalan, tetapi gedungnya sudah siap. Tempat duduk dan layar sudah tersedia. Sekarang kami fokus melengkapi fasilitas di dalamnya,” katanya.
Yudha menargetkan pemanfaatan Gedung Bioskop Teluk Bayur dapat terealisasi dalam tahun ini. Pemerintah daerah, kata dia, ingin memastikan aset yang telah dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami terus mengejar target agar gedung ini bisa segera digunakan. Karena itu berbagai langkah sedang kami lakukan supaya keberadaan gedung ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain difungsikan sebagai bioskop, gedung tersebut juga dirancang sebagai fasilitas publik yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti pertunjukan seni, seminar, kegiatan komunitas, hingga aktivitas kepemudaan.
Masyarakat yang ingin memanfaatkan gedung tersebut nantinya dapat mengajukan permohonan penggunaan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
“Kalau ada masyarakat umum atau komunitas yang ingin memanfaatkan gedung bioskop untuk kegiatan tertentu tentu bisa. Tinggal mengajukan izin dan mengikuti prosedur yang ada,” jelasnya.
Dalam rencana pengelolaannya, Disbudpar Berau akan melibatkan kelompok masyarakat setempat, terutama generasi muda Teluk Bayur. Keterlibatan pemuda dinilai penting agar fasilitas tersebut dapat dikelola secara aktif dan memberi dampak bagi lingkungan sekitar.
Beberapa kelompok yang berpotensi dilibatkan antara lain Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karang Taruna, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), maupun kelompok khusus yang nantinya dibentuk untuk mengelola gedung tersebut.
“Yang penting ada komitmen untuk mengelola dan memanfaatkan gedung ini dengan baik,” paparnya.
Keberadaan kembali Bioskop Teluk Bayur diharapkan mampu menghidupkan aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui kegiatan hiburan dan kreativitas lokal.
“Harapannya gedung ini tidak hanya menjadi tempat menonton film, tetapi juga bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkegiatan, berkarya, dan memberikan dampak positif bagi kawasan Teluk Bayur,” pungkasnya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





