TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemkab Berau semakin memantapkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Dalam arah pembangunan lima tahun ke depan, pendidikan menjadi salah satu program prioritas yang mendapat perhatian khusus dari Bupati Berau, Sri Juniarsih.
Melalui Program 8 Plus, Pemkab Berau menyiapkan kebijakan pendidikan gratis bagi peserta didik jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program ini diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi masyarakat sekaligus memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak di Kabupaten Berau.
Tak hanya menggratiskan biaya pendidikan, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang yang selama ini menjadi kebutuhan utama siswa dan orang tua, mulai dari buku pelajaran hingga seragam sekolah.
Keseriusan pemerintah daerah terlihat dari alokasi anggaran yang telah disiapkan untuk program seragam sekolah gratis. Total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp16 miliar, dengan rincian Rp9 miliar untuk siswa SD dan Rp7 miliar untuk siswa SMP.
Sementara itu, untuk jenjang TK, Pemkab Berau juga tengah menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp1,5 miliar yang akan diusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.
Dalam kesempatannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengatakan program tersebut lahir dari aspirasi masyarakat yang selama ini mengeluhkan tingginya biaya pendidikan, khususnya pada awal tahun ajaran baru.
Menurutnya, biaya pendaftaran, pembelian buku, hingga pengadaan seragam sekolah kerap menjadi kendala bagi sebagian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
“Kami sering mendengar keluhan masyarakat terkait biaya pendidikan, mulai dari pendaftaran, buku sekolah, hingga seragam siswa. InsyaAllah program ini akan membantu meringankan beban mereka,” ujarnya.
Lanjutnya, selain menghadirkan pendidikan gratis, Pemkab Berau juga menyiapkan sejumlah program pendukung untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya melalui pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi maupun pelajar dari keluarga kurang mampu.
Tak hanya itu, kata dia, pemerintah daerah juga berencana menyediakan laptop gratis bagi tenaga pendidik di jenjang TK, SD, dan SMP sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi.
Ia menyebut, program tersebut dinilai penting untuk membantu para guru beradaptasi dengan perkembangan digitalisasi pendidikan yang terus berkembang, sekaligus meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar di sekolah.
Diakui Sri, Pemkab Berau menargetkan program pendidikan gratis dapat mulai diterapkan pada tahun 2026. Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap tidak ada lagi anak-anak Berau yang kesulitan mengakses pendidikan hanya karena keterbatasan biaya.
Lebih dari sekadar membantu kebutuhan sekolah, program ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang daerah dalam mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Pemerataan akses pendidikan menjadi salah satu kunci dalam menciptakan generasi muda yang lebih siap bersaing di masa depan, baik di tingkat daerah maupun nasional,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





