TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemkab Berau kembali memperkuat perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui Pembukaan dan Pencanangan Pemberian Vitamin A dan Obat Cacing pada Balita.
Kegiatan tersebut digelar di Posyandu Melati, Jalan Durian III RT 16, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Senin (10/8/26).
Dalam kesempatannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berakhlak dan berbudaya.
Menurutnya, masa balita merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada fase tersebut, pemenuhan kebutuhan gizi harus menjadi perhatian bersama karena pertumbuhan fisik, perkembangan otak hingga daya tahan tubuh berlangsung sangat pesat.
“Pada masa inilah kebutuhan gizi harus benar-benar diperhatikan karena pertumbuhan fisik, perkembangan otak, daya tahan tubuh dan berbagai fungsi tubuh sedang berlangsung dengan sangat pesat,” ungkap Sri Juniarsih.
Ia menjelaskan, vitamin A tidak hanya berkaitan dengan kesehatan mata. Asupan vitamin tersebut juga memiliki peran dalam membantu menjaga daya tahan tubuh serta mendukung pertumbuhan anak.
Karena itu, ia menilai pemberian vitamin A dan obat cacing memiliki makna penting sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan anak sejak usia dini.
“Di balik satu kapsul yang diberikan kepada seorang anak, terdapat ikhtiar kita untuk menjaga penglihatan, meningkatkan daya tahan tubuh, mendukung pertumbuhan dan memberikan fondasi kesehatan yang lebih baik bagi generasi penerus kita,” ujarnya.
Sri juga mengajak seluruh orang tua yang memiliki bayi dan balita untuk aktif membawa anak ke Posyandu. Selain mendapatkan vitamin A sesuai jadwal, orang tua diminta rutin memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, memperhatikan imunisasi serta memastikan kebutuhan gizi terpenuhi.
Ia secara khusus mengingatkan pentingnya keterlibatan ayah dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak. Menurutnya, tanggung jawab tersebut bukan hanya berada di tangan ibu, melainkan menjadi tugas bersama kedua orang tua.
“Urusan kesehatan dan tumbuh kembang anak bukan hanya tugas ibu. Ayah dan ibu harus bersama-sama memastikan anak tumbuh sehat, cukup gizi, mendapatkan kasih sayang dan lingkungan yang baik,” tegasnya.
Sri juga mengajak jajaran pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, puskesmas, tenaga kesehatan, TP-PKK, kader Posyandu, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat hingga orang tua untuk membangun kolaborasi dalam mewujudkan generasi Berau yang sehat dan cerdas.
Dalam kesempatan tersebut, Sri turut memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini berperan langsung dalam memastikan pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi anak dapat menjangkau masyarakat. Ia menilai peran kader sangat besar meskipun sebagian besar dilakukan tanpa sorotan.
“Pekerjaan kader sering kali dilakukan dengan penuh ketulusan, bahkan jauh dari sorotan. Namun sesungguhnya peran kader sangat besar. Mari kita perkuat Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




