TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem di berbagai daerah, Kabupaten Berau dinilai memiliki peran strategis sebagai salah satu benteng lingkungan di Indonesia.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong berbagai langkah perlindungan lingkungan guna menjaga keberlanjutan kawasan hutan tropis dan ruang terbuka hijau yang menjadi aset penting daerah.
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, menegaskan bahwa isu perubahan iklim bukan lagi sekadar wacana global, melainkan tantangan nyata yang dampaknya mulai dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita melihat fenomena cuaca yang semakin sulit diprediksi, peningkatan suhu, potensi banjir, kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan. Ini menjadi sinyal bahwa upaya menjaga lingkungan harus semakin diperkuat,” ujarnya.
Menurutnya, Berau memiliki posisi yang sangat penting dalam mendukung upaya pengendalian perubahan iklim. Dengan tutupan hutan yang masih luas serta kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki, daerah ini berkontribusi besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menyerap emisi karbon.
Karena itu, perlindungan kawasan hijau tidak hanya menjadi kebutuhan daerah, tetapi juga bagian dari kontribusi Berau terhadap agenda lingkungan nasional dan global.
Salah satu langkah yang terus diperkuat adalah menjaga keberadaan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan maupun pedesaan. Selain berfungsi mempercantik lingkungan, ruang hijau memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara, menurunkan suhu lingkungan, serta meningkatkan kemampuan tanah menyerap air hujan.
“Ruang terbuka hijau menjadi kebutuhan penting bagi daerah yang ingin tumbuh secara berkelanjutan. Semakin banyak kawasan hijau yang dipertahankan, semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.
DLHK juga terus menggencarkan program penghijauan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, sekolah, komunitas lingkungan hingga perusahaan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Menurut Zulkifli, penanaman pohon tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, penghijauan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan generasi mendatang.
Selain menjaga kawasan hijau, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup ramah lingkungan melalui penghematan energi, pengurangan sampah, serta menjaga kelestarian kawasan hutan dan pesisir.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama. Karena itu, kesadaran lingkungan harus terus dibangun di semua lapisan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan daerah dan pelestarian lingkungan tidak boleh dipertentangkan. Keduanya harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan hidup.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat, DLHK Berau optimistis upaya mitigasi perubahan iklim dapat berjalan lebih efektif sekaligus menjaga Berau tetap menjadi salah satu kawasan hijau penting di Kalimantan Timur.
“Menjaga lingkungan bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk memastikan anak cucu kita tetap memiliki alam yang sehat dan berkualitas di masa depan,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





