PULAU DERAWAN, PORTALBERAU – Di tengah pesatnya perkembangan kawasan wisata di Kecamatan Pulau Derawan, persoalan air bersih masih menjadi harapan besar bagi masyarakat Kampung Tanjung Batu.
Hingga kini, sebagian warga masih bergantung pada sumur bor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, meski kualitas air di sejumlah wilayah dinilai kurang layak untuk dikonsumsi.
Kepala Kampung Tanjung Batu, Darwis mengatakan rencana penyediaan jaringan air bersih sebenarnya telah dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Berau. Dalam rencana tersebut, sumber air akan diambil dari Kampung Merancang untuk disalurkan ke wilayah Tanjung Batu.
Namun hingga saat ini, realisasi program tersebut belum juga terlihat di lapangan.
“Sesuai dengan hasil di Musrenbang Berau, rencananya diambil dari Kampung Merancang, namun realisasinya hingga sekarang pun belum ada,” ujarnya, Jum’at (29/5/26)
Darwis mengaku belum mengetahui secara pasti kapan program penyediaan air bersih tersebut akan direalisasikan. Ia menyebut masyarakat hanya bisa menunggu kepastian dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
“Kalau target waktu saya juga tidak tahu, entah di tahun ini atau di tahun depan,” katanya.
Menurutnya, keberadaan layanan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat Tanjung Batu, mengingat sebagian besar warga saat ini hanya mengandalkan sumur bor dengan kualitas air yang tidak sepenuhnya layak konsumsi.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dirasakan cukup berat terutama bagi warga di beberapa RT yang mengalami kualitas air kurang baik. Bahkan pada musim tertentu, air sumur berubah warna dan berbau sehingga warga harus mencari alternatif lain untuk kebutuhan memasak dan minum.
“Harapannya air bersih yang ada di Kampung Tanjung Batu ini dapat segera diadakan. Dikarenakan masyarakat sekitar sini bergantung pada kekuatan sumur bor saja,” jelasnya.
Darwis menambahkan, persoalan kualitas air paling banyak dikeluhkan warga di RT 8, RT 12, RT 5, RT 11, dan RT 4. Menurutnya, kondisi air di wilayah tersebut sebenarnya tidak layak dikonsumsi dalam jangka panjang.
“Apalagi di sekitar RT 8, 12, 5, 11, dan 4 sebenarnya tidak layak dikonsumsi. Semoga layanan air bersih baik dari Pemkab Berau atau provinsi segera direalisasikan,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





