TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Belum genap sepekan menjabat, Komandan Kodim (Dandim) 0902/Berau, Letkol Inf Muhammad Faisal Idris langsung tancap gas. Ia memimpin aksi penanaman pohon serentak yang menjadi bagian dari program besar Kodam VI/Mulawarman bertajuk “Teruslah Menanam, Menyatu Dengan Alam, Menebar Energi Kebaikan.”
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Di Kabupaten Berau, sedikitnya 2.000 bibit pohon ditanam, mulai dari tanaman keras seperti ulin hingga pohon buah yang diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini bagian dari target besar yang dicanangkan Pangdam. Secara keseluruhan bahkan mencapai jutaan pohon dan menjadi bagian dari upaya pemecahan rekor MURI,” ujar Faisal.
Ia mengakui, meski baru beberapa hari bertugas usai serah terima jabatan pada 28 April lalu, dirinya langsung dihadapkan pada agenda besar yang berdampak langsung bagi lingkungan.
Menurutnya, gerakan ini menjadi jawaban atas kondisi lingkungan yang mulai terasa, seperti peningkatan suhu hingga berkurangnya tutupan hijau di sejumlah wilayah Berau.
“Kalau kita lihat, cuaca sekarang makin panas. Penanaman pohon ini menjadi satu paket solusi, menjaga ekosistem sekaligus memberi manfaat jangka panjang,” jelasnya.
Program penghijauan ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Kodam VI/Mulawarman, menandai komitmen TNI dalam mendukung program pemerintah di sektor lingkungan hidup.
Ia menyebut, jenis tanaman yang ditanam tidak hanya difokuskan pada penghijauan semata, tetapi juga mempertimbangkan nilai ekonomi dan kebermanfaatan bagi warga.
“Ada pohon keras, ada juga pohon buah. Intinya bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.
Meski tidak menetapkan target luasan lahan secara kaku, Kodim Berau memastikan program ini akan terus berlanjut dan menyasar lokasi-lokasi yang dinilai membutuhkan penghijauan.
“Tidak harus luas, yang penting tepat sasaran. Di mana ada lahan yang perlu ditanami dan bermanfaat untuk masyarakat, di situ kita hadir,” tegasnya.
Ke depan, TNI melalui Kodim 0902/Berau memastikan akan terus menjadi bagian dari solusi lingkungan, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Dirinya menambahkan, semangat “menanam hari ini untuk masa depan”, gerakan ini diharapkan tak hanya menghijaukan lahan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga alam di Bumi Batiwakkal. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





