TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Permasalahan genangan air masih kerap terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Berau, baik di kawasan perkotaan maupun perkampungan.
Kondisi tersebut umumnya muncul setelah hujan dengan intensitas tinggi, bahkan pada beberapa titik berpotensi memicu banjir.
Di kawasan perkotaan, genangan sering terjadi di ruas Jalan Singkuang, Murjani III, serta Jalan Gatot Subroto.
Sementara di wilayah kampung, genangan juga ditemukan di Kampung Buyung-Buyung, Kampung Gurimbang, hingga sejumlah kampung di Kecamatan Talisayan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, menjelaskan bahwa kawasan Jalan Murjani III berada di wilayah sub daerah aliran sungai (sub DAS) seluas sekitar 218 hektare.
Menurutnya, luasnya daerah tangkapan air tersebut menjadi faktor utama tingginya risiko genangan saat hujan deras.
Ia menambahkan, penanganan drainase di kawasan Singkuang sebenarnya telah dimulai sejak tahun lalu, namun belum sepenuhnya tersambung akibat kendala teknis.
“Tahun ini interkoneksi drainase akan kami tuntaskan melalui lanjutan pembangunan yang saat ini proses tendernya telah selesai,” ujarnya.
Pemkab Berau juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp20 miliar untuk menyelesaikan pembangunan drainase dari Jalan Singkuang hingga Jalan Murjani III, serta mengkaji solusi lain seperti pembangunan tanggul dan normalisasi sungai di wilayah rawan banjir. (*/)
DPRD Berau Soroti Pengawasan IPAL Rumah Makan, Minta DLHK Lebih Maksimal
TANJUNG REDEB,PORTALBERAU – Pengawasan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada rumah-rumah makan di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius kalangan legislatif....





