TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus membuka peluang bagi para investor yang ingin menanamkan modal di wilayah tersebut. Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakaran, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghambat masuknya investasi selama sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Investor kita tidak bisa menghalangi, dikarenakan pengaruh yang cukup besar. Kalau dia sudah sesuai aturan silahkan,” ujarnya, Jumat (17/4/26).
Menurutnya, kehadiran investor justru memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut semakin banyak investasi yang masuk akan mendorong perkembangan sektor lain secara berkelanjutan.
“Kalau investor lebih banyak maka akan berdampak positif dan akan berdampak baik dengan yang lain. Apalagi dengan melihat potensi Berau yang sangat luar biasa,” tuturnya.
Terkait pengawasan, Nanang memastikan bahwa seluruh aktivitas investasi tetap berada dalam koridor prosedur yang telah ditetapkan pemerintah. Selama investor memenuhi ketentuan, maka tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaannya.
“Kalau masalah pengawasan selama mereka sesuai prosedur tidak ada masalah. Jadi kita normatif dan welcome saja,” tegasnya.
Namun demikian, untuk target investasi tahun 2026, Nanang mengakui masih belum dapat dipastikan secara konkret. Meski sempat beredar angka proyeksi yang cukup besar, kondisi saat ini dinilai masih menjadi tantangan.
“Untuk target tahun 2026 ini belum. Kemungkinan yang terdengar sampai ke kita sekitar Rp8 triliun tapi dengan kondisi seperti saat ini mungkin agak sulit,” jelasnya.
Pihaknya, berencana mengarahkan fokus investasi ke sektor pariwisata. Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi masa pasca tambang.
“Untuk investasi kita akan fokus pada wisata dan semoga saja bisa menjadi pengganti pasca tambang nanti. Dengan melihat potensi wisata kita yang luar biasa dan sesuai dengan visi misi Bupati Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





