TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menyoroti tren penurunan kehadiran masyarakat, khususnya ibu dan balita, ke Posyandu. Untuk mengatasi hal tersebut, berbagai inovasi pelayanan dinilai perlu segera dilakukan agar minat masyarakat kembali meningkat.
Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama saat ini adalah menurunnya partisipasi kunjungan Posyandu di sejumlah wilayah.
“Memang kita ketahui, saat ini jumlah kehadiran di Posyandu semakin menurun. Tentu ini harus kita sikapi dengan berbagai inovasi,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi dapat dilakukan dari berbagai aspek, mulai dari penyesuaian jam pelayanan hingga pengembangan pola layanan yang lebih menarik dan ramah bagi masyarakat.
“Bisa dari jam pelayanan yang lebih fleksibel, atau pola layanan yang dibuat lebih menarik sehingga menimbulkan minat ibu-ibu untuk membawa balitanya ke Posyandu,” jelasnya.
Lamlay juga mendorong agar Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan semata, tetapi berkembang menjadi ruang yang nyaman dan menyenangkan bagi semua kalangan.
“Kalau menurut saya, konsep ideal Posyandu itu bisa seperti taman bermain. Karena di taman, semua orang suka datang dan bisa melakukan berbagai aktivitas,” katanya.
Dengan konsep tersebut, Posyandu diharapkan mampu menarik tidak hanya balita, tetapi juga ibu dan lansia untuk ikut beraktivitas, termasuk kegiatan fisik yang bermanfaat bagi kesehatan.
“Di sana bisa ada aktivitas untuk bayi, ibu, bahkan lansia. Misalnya kegiatan fisik ringan yang bisa membantu menjaga stamina dan kesehatan masing-masing,” ucapnya.
Ia berharap, dengan inovasi yang tepat, Posyandu kembali menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat yang aktif dan diminati, sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan di Kabupaten Berau. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





