TALISAYAN, PORTALBERAU– Pemkab Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau terus memperkuat komitmen pelestarian lingkungan pesisir.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon mangrove yang digelar di kawasan De’Mangroop Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DLHK Kabupaten Berau, Pemerintah Kampung Dumaring, PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation, serta PLTD Sambaliung, sebagai aksi nyata penyelamatan lingkungan dan penguatan tutupan lahan hijau di wilayah pesisir Bumi Batiwakkal.
Kepala DLHK Berau Mustakim Suharjana, yang diwakili Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Ida Ayu menyampaikan bahwa penanaman mangrove ini merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Kabupaten Berau dalam meningkatkan tutupan lahan dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
“Kegiatan penanaman mangrove ini menunjukkan upaya serius pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya wilayah pesisir Kecamatan Talisayan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Berau memiliki kekayaan ekosistem mangrove yang sangat besar, dengan luas mencapai sekitar 85 ribu hektar. Luasan tersebut menjadi aset ekologis penting, sekaligus tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikannya.
“Di Kampung Dumaring sendiri, luas kawasan mangrove mencapai 447 hektar, namun terdapat tantangan berupa kerusakan lahan pesisir akibat abrasi yang mencapai 47 hektar. Karena itu, penanaman mangrove di wilayah ini menjadi langkah yang sangat strategis,” jelasnya.
Menurutnya, Kampung Dumaring memiliki peran signifikan dalam menjaga tutupan lahan hijau di pesisir Berau. Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, mangrove juga berperan sebagai penyerap karbon dan habitat biota laut yang menopang perekonomian masyarakat nelayan.
“Kawasan mangrove memiliki manfaat ekologis dan ekonomis yang sangat besar bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia menyebut, DLHK Berau mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam kegiatan penanaman 500 pohon mangrove tersebut. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kampung, serta dukungan sektor swasta dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.
“Kesuksesan menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Sinergi dengan masyarakat dan dunia usaha sangat penting untuk menjaga kelestarian Bumi Batiwakkal,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar bibit mangrove yang telah ditanam dapat terus dipantau dan dirawat oleh kelompok masyarakat serta pendamping lingkungan agar memberikan manfaat jangka panjang.
“Kami berharap kegiatan penanaman mangrove ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





