TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Anggota Komisi II DPRD Berau, Suriansyah, menyoroti kondisi keuangan daerah yang disebut mengalami tekanan sehingga memaksa pemerintah melakukan pemangkasan anggaran secara signifikan.
Menurutnya, efisiensi anggaran kini menjadi pilihan tak terelakkan, bahkan pemotongan bisa mencapai lebih dari separuh total alokasi belanja.
“Sekarang ini kita benar-benar harus efisien. Banyak anggaran yang dipangkas, bahkan sampai 60 persen,” ungkap Suriansyah.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah dan legislatif mencari strategi baru untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menyebut, hampir semua sektor pendapatan harus dimaksimalkan, terutama yang memiliki potensi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau bicara peningkatan PAD, sektor yang paling mungkin kita dorong itu pariwisata dan UMKM,” ujarnya.
Dirinya mengakui, dua sektor tersebut terbukti memiliki efek ganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, serta relatif cepat dalam menghasilkan penerimaan daerah.
Suriansyah menilai upaya optimalisasi PAD harus dilakukan secara terukur dan tidak hanya bergantung pada penyesuaian tarif maupun retribusi.
Yang lebih penting kata dia adalah pembenahan dan penataan kawasan wisata, peningkatan kualitas layanan, serta stimulus terhadap UMKM agar mampu berkembang dan terserap dalam rantai ekonomi pariwisata.
“Retribusi bisa saja ditingkatkan, tapi tanpa pembenahan lokasi wisata dan sarana pendukung, hasilnya tetap tidak optimal. Kita harus memaksimalkan dulu potensi yang sudah ada,” katanya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa pemangkasan anggaran harus dilakukan secara cermat agar tidak mengganggu pelayanan publik yang bersifat mendasar.
DPRD, katanya, akan tetap mengawal agar prioritas utama seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar tetap mendapat perhatian.
“Pemangkasan boleh, tapi jangan sampai menyentuh layanan publik yang penting. Kita tetap harus menjaga agar pelayanan ke masyarakat tidak terganggu,” tegasnya.
Dengan kondisi fiskal yang semakin ketat, Suriansyah meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) beradaptasi dengan pola baru yang lebih hemat namun tetap produktif.
Ia menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar pengurangan anggaran, tetapi bagaimana OPD tetap dapat menghasilkan dampak meski dengan sumber daya terbatas.
“Efisiensi itu bukan hanya pangkas anggaran, tapi bagaimana bekerja lebih efektif. Anggaran kecil tapi program tetap berjalan,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





