TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Sekolah filial yang berada di Kampung Biatan Ilir menjadi salah satu bangunan yang juga diklaim Warga Dusun Melawai, Desa Tepian Terap, Kabupaten Kuta Timur.
Awalnya sekolah itu bangun oleh Disdik Berau dan sudah mencapai proyek sebesar Rp75 persen akan tetapi itu hanya bertahan sementara sebelum akhirnya dibongkar.
Kepala Kampung Biatan Ilir, Abdul Hafid menyampaikan bahwa sekolah itu merupakan tempat pendidikan terdekat di daerah tersebut. Bahkan, pembangunan SD ini sudah hampir terbangun dan digunakan.
“Anak-anak kita tidak jadi menggunakan sekolah itu karena masuk dalam wilayah yang diklaim oleh Dusun Melawai,” katanya.
Padahal pada RDP sebelumnya, pihaknya telah diberikan komitmen untuk adanya pembentukan tim atau posko terkait tapal batas ini.
“Kami dijanji di RDP kemsrin Asisten I bilang bahwa akan ada tim, tapi sampai sekarang hingga sekolah dibongkar tidak ada juga tim itu, makanya kami memohon kepada legislatif untuk mendukung kami,” jelasnya.
Ia pun menyebut bahwa pihaknya telah menunggu janji yang cukup lama terhadap realisasi janji Pemkab Berau yang berlarut-larut hinga bertahun-tahun ini.
“Kami sudah muak, masa pembangunan SD kita dibongkar, sekelas Pemkab Berau kalah dengan warga dusun Melawai,” tuturnya.
Pihaknya menambahkan, Kampung Biatan Ilir dan Ulu pernah meminta agar mereka masuk dalam wilayah Kabupaten Kutai Timur. Namun, dengan janji Pemkab Berau mereka tetap berada di wilayah Berau.
“Kalau memang nda dianggap mending kami masuk Kutai Timur kalau memang Biatan Ilir dan Ulu ini sudah tidak penting lagi di Berau. Ini juga pernah saya lontarkan saat ingin absen dari Pemilu yang lalu,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





