TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) tengah mempersiapkan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Jalan Limunjan, Kecamatan Sambaliung.
Pembangunan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal sekaligus menekan biaya pelatihan yang selama ini harus dilakukan di luar daerah.Kepala Disnakertrans Berau, Zulkifli Azhari, mengungkapkan bahwa pembangunan BLK kini telah memasuki tahap lelang dan akan segera dimulai.
“Tempatnya sudah ada, sekarang kami masuk tahap proses lelang. Semoga semua berjalan lancar karena ini merupakan langkah besar dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (3/5/25).
Menurut Zulkifli, selama ini Pemkab Berau secara rutin mengirimkan peserta pelatihan kerja ke sejumlah kota seperti Balikpapan, Samarinda, bahkan hingga ke Bandung. Hal ini dilakukan karena belum tersedianya fasilitas pelatihan di daerah sendiri.
“Pelatihan kerja itu mahal, makanya kami berinisiatif agar pelatihannya bisa dilakukan di Berau. Dengan adanya BLK, ke depan tidak perlu lagi ke luar daerah,” katanya.
Pembangunan BLK ini akan menelan anggaran sebesar Rp 9 miliar yang bersumber dari APBD. Fasilitas ini nantinya akan dilengkapi dengan instruktur profesional yang telah tersertifikasi dan bekerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan.
“Kami sudah koordinasikan soal instruktur. Nantinya kami akan menggandeng lembaga-lembaga yang memang memiliki sertifikasi dan pengalaman di bidangnya,” jelasnya.
Pihaknya berharap dengan hadirnya BLK dapat menciptakan tenaga kerja yang siap pakai serta mendukung peningkatan perekonomian daerah melalui SDM berkualitas.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa pelatihan yang akan diselenggarakan di BLK ini akan disesuaikan dengan kebutuhan sektor kerja di Berau, seperti pertambangan, perkebunan, dan pariwisata.
“Fokus kami tentu pada sektor-sektor yang banyak menyerap tenaga kerja. Jadi pelatihannya benar-benar menyesuaikan dengan potensi daerah,” kuncinya. (*/)
Penulis: Muhammad Izzatullah
Editor: Dedy Warseto





