TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Kepala Perum Bulog Cabang Berau, Lucky Ali Akbar, menyatakan bahwa kapasitas gudang yang dimiliki Bulog saat ini masih jauh dari cukup untuk menjamin ketahanan pangan jangka panjang di wilayah Kabupaten Berau.
Saat ini, gudang Bulog hanya mampu menampung maksimal 1.700 ton bahan pangan, sementara kebutuhan idealnya diperkirakan mencapai 6.000 hingga 7.000 ton, berdasarkan estimasi kebutuhan minimal selama tiga hingga empat bulan ke depan.
“Dengan jumlah penduduk sekitar 300 ribu jiwa dan asumsi konsumsi beras mencapai 2.000 ton per bulan, idealnya kapasitas gudang kita harus bisa menampung stok untuk setidaknya tiga bulan, yaitu sekitar 6.000 ton,” ujarnya, Sabtu (3/5/25).
Ia menambahkan bahwa gudang yang ada saat ini juga digunakan untuk menyimpan komoditas pokok lainnya, bukan hanya beras, sehingga kebutuhan ruang menjadi semakin mendesak.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Bulog Berau telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Berau guna membahas rencana perluasan fasilitas penyimpanan.
“Kami sudah melakukan pembicaraan awal dengan pihak Pemkab Berau terkait rencana peningkatan kapasitas gudang. Saat ini masih dalam proses menunggu tindak lanjut,” jelasnya.
Mengenai lokasi pembangunan gudang tambahan, Lucky menyebut pihaknya masih melakukan penjajakan dan belum menentukan titik pasti.
“Saat ini masih kami evaluasi berbagai opsi lahan yang memungkinkan,” terangnya.
Sementara menunggu realisasi perluasan, pihaknya tetap menjaga stabilitas pasokan dengan mendatangkan stok tambahan dari wilayah terdekat seperti Bulungan, Kalimantan Utara.
“Kami harus cermat dalam mengatur distribusi agar stok tidak habis. Pasokan dari luar daerah juga jadi solusi sementara untuk memastikan ketersediaan tetap terjaga,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Dedy Warseto





