• Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
16MeiGMT+0700
  • Login
Portal Berau
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Portal Berau
No Result
View All Result

Tutup Penjualan Beras SPHP, Dinas Pangan Berau: Fokus Penyerapan Padi Lokal dan Ketahanan Pangan

admin by admin
8 April 2025
in Berau
0

Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan. (Wahyudi)

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengungkapkan bahwa beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang sebelumnya dijual ke masyarakat selama Ramadan kini sudah kembali ditutup.

Hal tersebut dilakukan seiring dengan perubahan kebijakan dan fokus pemerintah pusat terhadap penyerapan padi lokal, yang kini menjadi prioritas utama.

Rakhmadi menjelaskan bahwa penutupan penjualan beras SPHP ini merupakan langkah sementara.

Kata dia, untuk saat ini, pihaknya belum tahu bagaimana kebijakan kedepannya. Fokus utama pemerintah pusat adalah penyerapan padi lokal, yang dilakukan secara bertahap.

“Tahun 2025 ini, Bulog telah berhasil menyerap 200 ton padi lokal dari Kampung Buyung-Buyung, yang menjadi salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Berau,” ungkapnya.

Menurutnya, Kabupaten Berau memiliki tiga sentra pertanian utama, yakni Kampung Buyung-Buyung, Gurimbang, dan Merancang.

Penyerapan padi lokal dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal panen masing-masing kampung.

“Saat ini, yang sedang panen baru Kampung Buyung-Buyung. Kami telah berhasil menyerap seluruh hasil panen pertanian ini. Namun, pelaksanaannya bertahap untuk yang lain karena panen tidak bersamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyerapan ini dilaksanakan berdasarkan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang baru diterapkan pada tahun ini, dengan target total 6.500 ton gabah yang harus diserap oleh Bulog.

Sebelumnya, penyerapan gabah oleh Bulog seringkali tidak mencapai target tersebut, dengan angka di bawah 6.000 ton, yang menyebabkan harga beras di pasaran cenderung naik.

“Penyerapan yang mencapai 200 ton ini merupakan hasil dari satu kali panen. Namun, seharusnya hasil panen di Berau bisa lebih. Untuk perkiraan angka maksimalnya, kami belum bisa memastikan berapa banyak, karena itu sangat bergantung pada musim panen dan hasil produksi petani,” jelas Rakhmadi.

Ia juga mengungkapkan bahwa Bulog diminta untuk terus menyerap hasil panen dari para petani tanpa batasan jumlah. Bulog diminta untuk terus menyerap hasil panen tanpa ada batasan jumlah.

Ini untuk memastikan bahwa semua hasil panen petani lokal bisa terserap dengan baik dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Selain itu, Pemkab Berau juga terus mendorong penggunaan beras lokal di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Berau.

Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap daya serap beras lokal yang diproduksi oleh petani setempat.

“Sejauh ini, kebijakan penggunaan beras lokal oleh ASN masih berlaku. Namun, kami akui bahwa daya serap beras lokal untuk ASN belum maksimal. Salah satu alasan utama adalah terkadang pasokan beras lokal tidak dapat mencukupi kebutuhan yang ada,” tuturnya.

Untuk mendukung kebijakan ini, Pemkab Berau telah menetapkan harga beras lokal untuk ASN sebesar Rp 15.000 per kilogram, yang akan dipotong langsung dari gaji bulanan.

“Kami berharap dengan adanya kebijakan ini, penggunaan beras lokal dapat lebih masif, terutama jika produksi beras dari Kampung Buyung-Buyung sudah mencukupi kebutuhan ASN,” tambahnya.

Meskipun terdapat sejumlah tantangan dalam pelaksanaan kebijakan ini, terutama terkait dengan ketersediaan beras lokal yang terbatas, Rakhmadi optimis bahwa dengan dukungan semua pihak, program penyerapan padi lokal dan penggunaan beras lokal di kalangan ASN akan terus berkembang.

Pemkab Berau juga terus berkoordinasi dengan Bulog dan instansi terkait untuk memperlancar distribusi dan penyerapan hasil panen petani, demi menjaga kestabilan harga pangan serta mendukung kesejahteraan petani lokal.

“Kami berharap ke depannya produksi padi di Berau bisa semakin meningkat, sehingga kebutuhan beras lokal untuk ASN dan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik,” kuncinya. (*/)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim

Tags: BerasBerauDinas pangan BerauKetahanan Pangan
Previous Post

Pantau Pergerakan Speedboat, Dishub Rencanakan Pemasangan GPS

Next Post

Ungkap Kasus Narkotika, Polres Berau Amankan 511 Gram Barang Haram Jenis Sabu

admin

admin

Next Post
Ungkap Kasus Narkotika, Polres Berau Amankan 511 Gram Barang Haram Jenis Sabu

Ungkap Kasus Narkotika, Polres Berau Amankan 511 Gram Barang Haram Jenis Sabu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mobil Dibawa Kabur Saat Korban Beli Mie Gacoan, Pelaku Ditangkap di Kelay

Mobil Dibawa Kabur Saat Korban Beli Mie Gacoan, Pelaku Ditangkap di Kelay

by admin
16 Mei 2026
0

‎KELAY, PORTALBERAU – Jajaran Polsek Tanjung Redeb berhasil mengungkap kasus pencurian mobil yang terjadi di wilayah hukumnya pada Jumat (15/5/2026)....

DPPKBP3A Berau Klarifikasi Soal Anggaran Suvenir Rp75 Juta di Tengah Maraknya Kasus Pelecehan Anak

DPPKBP3A Berau Klarifikasi Soal Anggaran Suvenir Rp75 Juta di Tengah Maraknya Kasus Pelecehan Anak

by admin
15 Mei 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Di tengah meningkatnya kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Berau, alokasi anggaran di...

Berau Usulkan Enam Kampung Jadi Sentra Bioflok KKP, Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Desa

Berau Usulkan Enam Kampung Jadi Sentra Bioflok KKP, Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Desa

by admin
15 Mei 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU - Pemkab Berau melalui Dinas Perikanan terus mendorong pengembangan di sejumlah kampung. Program tersebut menjadi bagian dari...

Seleksi Pejabat Pemkab Berau Tunggu Keterlibatan Pansel dari Pemprov Kaltim

Seleksi Pejabat Pemkab Berau Tunggu Keterlibatan Pansel dari Pemprov Kaltim

by admin
15 Mei 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemkab Berau tahun 2026 dipastikan melibatkan unsur...

Portal Berau

© 2022 Portal Berau

Navigate Site

  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
  • Lainnya
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 Portal Berau

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In