TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berharap Festival Mararua Jazz tetap berlangsung secara berkelanjutan meski di tengah keterbatasan fiskal daerah. Untuk menjaga eksistensinya, kolaborasi dengan sektor swasta hingga mitra internasional mulai didorong sebagai alternatif sumber dukungan.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan Mararua Jazz telah berkembang menjadi salah satu agenda musik yang dikenal luas, bahkan menjangkau tingkat nasional, khususnya di kalangan pencinta musik jazz.
Menurutnya, konsistensi manajemen penyelenggara dalam menggelar festival tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan eksistensi Mararua Jazz di tengah berbagai tantangan.
“Kalau kita melihat Mararua Jazz, ini sudah menjadi salah satu event yang saya kira dikenal secara nasional, khususnya di kalangan jazzer Indonesia. Mereka terus istiqamah melaksanakan agendanya,” ujarnya.
Namun, Gamalis mengakui kondisi fiskal daerah saat ini membuat pemerintah tidak lagi leluasa memberikan dukungan pendanaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, penyelenggara perlu mulai memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak.
Salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah kolaborasi dengan mitra dari Sabah, Malaysia. Bahkan, komunikasi antara manajemen Mararua Jazz dan calon mitra di wilayah tersebut telah dilakukan melalui beberapa pertemuan secara daring.
“Manajemen Mararua Jazz harus melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak lain, termasuk pihak luar seperti Sabah, Malaysia. Beberapa kali mereka sudah melakukan zoom meeting. Bahkan, dalam waktu dekat kalau tidak salah mereka akan ke Sabah,” jelasnya.
Gamalis menegaskan, Pemkab Berau tetap membuka ruang dukungan, terutama melalui fasilitasi dan regulasi. Namun, untuk bantuan pendanaan secara penuh, pemerintah daerah belum memiliki keleluasaan karena kondisi keuangan daerah.
Ia pun mendorong perusahaan swasta yang beroperasi di Kabupaten Berau agar turut berkontribusi menjaga keberlangsungan festival melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kita akan dorong dari sisi regulasi dan lain sebagainya. Tetapi kalau bantuan berupa finansial, kondisi fiskal kita hari ini kurang bagus sehingga belum bisa memberikan bantuan sepenuhnya,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan sektor swasta dalam kegiatan seni dan budaya juga penting untuk menjaga ruang kreativitas masyarakat. Terlebih, festival seperti Mararua Jazz dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan dunia musik dan seni pertunjukan.
Gamalis berharap dukungan CSR perusahaan dapat diarahkan untuk kegiatan seni dan budaya, termasuk penyelenggaraan Mararua Jazz. Ia juga berharap festival tersebut menghadirkan penampil yang mampu menarik minat kalangan muda.
“Kita berharap CSR perusahaan bisa mengalir ke arah itu, khususnya untuk kegiatan seni. Artis yang ditampilkan juga mudah-mudahan familiar dengan anak-anak muda. Itu yang paling penting,” pungkasnya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto





