TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau mendorong keterampilan menjahit tidak berhenti sebagai kemampuan teknis, tetapi berkembang menjadi peluang usaha yang mampu menambah pendapatan dan membuka lapangan kerja.
Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan menjahit yang diikuti 15 peserta dari enam kelurahan se-Kecamatan Tanjung Redeb.
Dalam kesempatannya, Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan keterampilan, produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Pelatihan menjahit ini bukan sekadar kegiatan untuk memperoleh keterampilan teknis. Lebih dari itu, bagaimana keterampilan ini bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat,” ungkap Eva.
Menurutnya, keterampilan menjahit memiliki prospek ekonomi yang cukup besar seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai produk fesyen dan tekstil.
Mulai dari pakaian kerja, seragam sekolah, busana muslim, pakaian adat hingga berbagai produk kerajinan berbasis tekstil, dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha produktif apabila dikelola secara serius dan profesional.
Karena itu, Eva mendorong peserta mulai mengubah pola pikir setelah mengikuti pelatihan. Kemampuan menjahit diharapkan tidak hanya menjadi keterampilan pribadi, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan.
“Jangan hanya berpikir, saya bisa menjahit. Tetapi mulai berpikir bagaimana keterampilan ini bisa menjadi sumber pendapatan, membuka usaha, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Ia juga meminta peserta memanfaatkan perkembangan teknologi digital dalam memasarkan produk. Menurutnya, hasil produksi tidak harus dipasarkan secara konvensional dari rumah ke rumah, tetapi dapat diperluas melalui media sosial, marketplace maupun platform digital lainnya.
“Produk yang Bapak dan Ibu hasilkan jangan hanya dipasarkan dari rumah ke rumah. Manfaatkan media sosial, marketplace dan berbagai platform digital,” jelasnya.
Eva menegaskan, pemerintah daerah melalui Diskoperindag akan terus mendorong pertumbuhan UMKM dan industri kecil yang berbasis pada potensi masyarakat.
Pelatihan tersebut diharapkan menjadi salah satu pintu masuk lahirnya pelaku usaha baru yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki daya saing.
Namun, ia menilai pelatihan saja belum cukup. Karena itu, keberlanjutan program juga perlu diarahkan pada pendampingan usaha, peningkatan kualitas produk, akses pemasaran hingga pembiayaan.
“Kita ingin keterampilan yang diperoleh hari ini menjadi langkah awal menuju UMKM yang naik kelas,” katanya.
Kepada para peserta, Eva berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan belajar dari para instruktur.
Ia juga meminta peserta tidak ragu bertanya, berani mencoba dan tidak mudah menyerah ketika mulai mengembangkan keterampilan menjadi usaha.
“Kita ingin kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama membangun masyarakat Berau yang terampil, produktif, mandiri dan berdaya saing,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto





