TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Bantuan sarana dan prasarana (sapras) perikanan mulai didistribusikan Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau kepada kelompok masyarakat di lima wilayah.
Namun, penyaluran bibit tidak langsung dilakukan. Pemerintah daerah terlebih dahulu memastikan lokasi dan sarana budidaya benar-benar siap digunakan.
Kepala Diskan Berau Abdul Majid melalui Kepala Bidang Budidaya, Budiono, mengatakan bantuan sapras saat ini telah didistribusikan ke kelompok penerima di Tanjung Redeb, Labanan Makarti, Samburakat, Melati Jaya dan Merancang Ilir.
“Sudah masuk tahap distribusi. Saprasnya sudah kita antar semua, tinggal bibit. Bibitnya nanti kita lihat setelah semua persiapannya selesai,” ungkap Budiono.
Menurutnya, kesiapan kualitas air menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum bibit ikan ditebar. Hal ini untuk memastikan lingkungan budidaya sesuai dengan kebutuhan ikan sekaligus mengurangi risiko kematian pada fase awal pemeliharaan.
Pendekatan tersebut juga disertai dengan pendampingan teknis kepada kelompok penerima. Diskan memberikan pemahaman mengenai penanganan benih saat awal penebaran, pemberian pakan, kebersihan wadah hingga proses seleksi benih.
“Kita harus memastikan kualitas air di lokasi penerima memenuhi standar. Kami juga memberikan penyuluhan singkat terkait teknis budi daya, mulai dari penanganan awal tebar, tata cara pemberian pakan, pemeliharaan kebersihan wadah hingga seleksi benih,” jelasnya.
Perhatian terhadap kualitas air menjadi semakin penting bagi pembudi daya yang menggunakan keramba sungai. Salah satunya di kawasan Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb, yang saat ini menjadi salah satu kawasan budidaya dengan tantangan kondisi perairan yang dapat berubah secara tiba-tiba.
Budiono menjelaskan, budidaya menggunakan keramba di sungai memiliki risiko berbeda dibandingkan kolam maupun bak terpal. Pada sistem keramba sungai, kondisi air lebih banyak dipengaruhi faktor alam sehingga parameter perairan lebih sulit dikendalikan.
Karena itu, edukasi mitigasi menjadi bagian penting dalam pendampingan pembudi daya. Salah satu langkah yang disarankan yakni menambah aerasi dan menggunakan imunostimulan pada pakan untuk membantu menjaga daya tahan ikan.
“Untuk kawasan Bedungun, kondisi kemarin terjadi secara mendadak. Jadi fokus kami saat ini adalah edukasi mitigasi pencegahan,” katanya.
Saat ini, terdapat sekitar 25 pembudi daya di kawasan Bedungun dengan jumlah keramba diperkirakan mencapai 150 hingga 200 unit. Melihat skala tersebut, Diskan juga menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat pengelolaan budidaya.
“Kami juga mengusulkan bantuan blower dalam anggaran tahun depan sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan oksigen terlarut di keramba sungai,” tuturnya.
Dirinya menambahkan, untuk bantuan di lima wilayah penerima, Diskan memastikan prosesnya tetap dikawal hingga seluruh tahapan selesai. Bibit akan disalurkan setelah sarana, kualitas air dan kesiapan lokasi dinilai mendukung kegiatan budidaya.
“Selain pakan, sarana prasarana juga sudah kita siapkan. Tinggal bibit, cuma bibitnya nanti kita lihat setelah semuanya persiapannya selesai,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto




