TELUK BAYUR, PORTALBERAU– Wakil Bupati Berau Gamalis menghadiri Tabligh Akbar dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Lapangan Bina Taruna, Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan masyarakat Labanan Makarti dan sekitarnya tersebut berlangsung khidmat dengan menghadirkan ulama nasional KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq sebagai penceramah utama.
Dalam sambutannya, Gamalis menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, majelis ilmu seperti ini menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat untuk menghadiri majelis ilmu yang sangat bermanfaat ini. Kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat nilai-nilai agama, serta mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Gamalis juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi, menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus dibekali karakter dan akhlakul karimah.
“Kepada generasi muda, jadikan Rasulullah SAW sebagai suri teladan. Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, akhlakul karimah dan sopan santun,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai tempat pertama bagi anak untuk mengenal nilai-nilai kehidupan dan agama.
“Momentum Maulid Nabi ini mari kita jadikan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah,” lanjutnya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Gus Muwafiq mengulas tradisi memperingati Maulid Nabi serta nilai keberkahan yang terkandung di dalamnya. Ia menyampaikan bahwa tradisi berbagi makanan dan meminta doa telah menjadi bagian dari praktik masyarakat Muslim sejak masa Rasulullah SAW dan para sahabat.
Menurutnya, tradisi tersebut kemudian berkembang dan menyebar ke berbagai penjuru dunia, dengan makanan menjadi salah satu bagian yang melekat dalam peringatan Maulid Nabi.
Gus Muwafiq juga menyoroti dampak sosial dan ekonomi dari pelaksanaan Maulid. Banyaknya kegiatan Maulid di berbagai daerah turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga keberkahan yang lahir dari peringatan tersebut tidak hanya dirasakan secara spiritual, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
“Dulu ibu-ibu sangat rajin mencari keberkahan. Di Indonesia, orang sering makan berkat. Insyaallah, dalam dirinya masih ada barakah,” jelasnya.
Tabligh Akbar tersebut menjadi bagian dari upaya bersama Pemerintah Kabupaten Berau dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat ukhuwah, serta membumikan dakwah yang damai, moderat, dan menyejukkan di tengah masyarakat. (Prokopim)





