TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Dinas Pangan Kabupaten Berau memperkuat pengawasan terhadap keamanan bahan pangan yang digunakan dalam pelayanan pemenuhan gizi. Melalui Tim Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD), monitoring dilakukan di tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Tipalayau, Sambaliung, dan Gayam.
Pemeriksaan tidak hanya menyasar bahan pangan segar, tetapi juga mencakup kondisi sanitasi, higiene, hingga sarana penyimpanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pangan yang diolah dan disajikan kepada penerima manfaat memenuhi ketentuan keamanan pangan.
Kabid Keamanan Pangan Dinas Pangan Berau, Sumarsono, mengatakan tim melakukan pengambilan sampel untuk kemudian diuji berdasarkan sejumlah parameter keamanan pangan.
“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan bahan pangan yang digunakan benar-benar aman. Selain mengambil sampel, kami juga melihat langsung kondisi penyimpanan, sanitasi, dan higiene di masing-masing SPPG,” ujarnya.
Di SPPG Tipalayau, sebanyak delapan sampel diperiksa. Bahan yang diuji meliputi jeruk, pir, jagung, daging ayam, kentang, ikan dori, semangka, dan kacang panjang.
Hasil pemeriksaan menunjukkan enam komoditas, yakni jeruk, pir, jagung, kentang, semangka, dan kacang panjang, tidak terdeteksi pestisida. Sementara daging ayam dan ikan dori juga tidak ditemukan kandungan formalin.
“Seluruh sampel di Tipalayau memberikan hasil sesuai parameter yang diperiksa. Komoditas buah dan sayuran negatif pestisida, sedangkan daging ayam serta ikan dori negatif formalin,” jelasnya.
Dari sisi fasilitas, kondisi gudang penyimpanan di SPPG Tipalayau dinilai baik. Kebersihan lingkungan terjaga dan suhu ruang penyimpanan bahan pangan juga terkontrol.
Monitoring berlanjut ke SPPG Sambaliung dengan empat sampel, yaitu jagung, anggur, buncis, dan telur ayam. Hasil pengujian menunjukkan jagung, anggur, serta buncis negatif pestisida, sedangkan telur ayam negatif Salmonella.
Kondisi gudang kering secara umum dinilai baik dan suhu ruangan masih terukur sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun, tim menemukan salah satu ruang gudang yang masih dalam tahap perbaikan akibat kerusakan AC.
Sementara di SPPG Gayam, pemeriksaan dilakukan terhadap telur ayam, daging ayam, bawang bombay, dan beras. Telur ayam dinyatakan negatif Salmonella, daging ayam dalam kondisi baik dan layak konsumsi, sedangkan bawang bombay dan beras negatif pestisida.
“Di SPPG Gayam hasil pengujian juga menunjukkan kondisi yang aman sesuai parameter pemeriksaan. Untuk fasilitas, secara umum sanitasi dan higiene sudah baik, meskipun masih ada beberapa bagian gudang yang sedang diperbaiki,” katanya.
Sumarsono menegaskan, pengawasan keamanan pangan akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan, mulai dari bahan baku hingga penyimpanan, memenuhi standar yang ditetapkan.
Menurutnya, keamanan pangan tidak cukup hanya dilihat dari hasil pengujian bahan. Kondisi tempat penyimpanan dan penerapan sanitasi serta higiene juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pangan sebelum dikonsumsi.
“Pengawasan akan terus kami lakukan secara berkala. Harapannya, seluruh bahan pangan yang digunakan dalam pelayanan gizi tetap terjaga keamanan dan kelayakannya sehingga aman dikonsumsi masyarakat,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





