TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mengupayakan pemerataan akses telekomunikasi di wilayah pedalaman. Salah satu fokus utama saat ini adalah mengatasi kawasan blank spot di Kecamatan Kelay dengan mendorong keterlibatan investor dari operator seluler.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan keterbatasan jaringan internet di Kelay masih menjadi tantangan akibat kondisi geografis yang didominasi perbukitan serta luasnya wilayah yang harus dijangkau. Selain itu, keterbatasan anggaran membuat pembangunan sejumlah menara kecil yang sebelumnya direncanakan belum dapat direalisasikan.
“Wilayah Kelay memang masih menghadapi kendala akses internet. Secara teknis sebenarnya dibutuhkan beberapa menara kecil, tetapi pelaksanaannya belum memungkinkan karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Sebagai alternatif, Diskominfo menilai pembangunan menara telekomunikasi berkapasitas besar milik operator seluler menjadi solusi yang lebih efektif. Berdasarkan kajian yang dilakukan, tiga tower di titik strategis dinilai cukup untuk memperluas jangkauan sinyal hingga ke kawasan yang selama ini sulit mendapatkan layanan komunikasi.
“Perhitungan kami menunjukkan tiga tower besar milik operator seluler sudah mampu menjangkau sebagian besar wilayah blank spot. Penempatannya tentu berada di lokasi yang strategis agar cakupan sinyal lebih optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi topografi Kelay menjadi faktor utama yang menyebabkan sinyal dari infrastruktur yang telah ada belum mampu menjangkau seluruh kawasan, terutama di sepanjang jalur penghubung antarkampung.
“Meski sudah ada menara telekomunikasi, kontur wilayah yang berbukit membuat penyebaran sinyal tidak maksimal. Karena itu dibutuhkan penguatan jaringan melalui pembangunan infrastruktur baru,” katanya.
Diskominfo pun berharap operator seluler yang telah beroperasi di Berau, seperti Telkomsel dan XL, dapat memperluas investasinya dengan menambah Base Transceiver Station (BTS) maupun menara telekomunikasi di wilayah Kelay.
“Kami berharap operator yang sudah ada bisa meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus menambah tower dan BTS sehingga layanan komunikasi masyarakat semakin baik,” ucapnya.
Menurutnya, kesiapan infrastruktur pendukung, khususnya pasokan listrik, juga menjadi perhatian utama investor sebelum membangun BTS. Ia menyebut kondisi kelistrikan di sejumlah kampung terus mengalami peningkatan, termasuk Kampung Long Beliu yang kini telah menikmati layanan listrik PLN selama 24 jam.
“Investor biasanya memastikan terlebih dahulu apakah pasokan listrik di lokasi sudah memadai. Dengan infrastruktur kelistrikan yang terus membaik, kami optimistis pembangunan tower dan BTS di Kelay akan lebih mudah direalisasikan,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





