SAMBALIUNG, PORTALBERAU – Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan kualitas hidup masyarakat dapat berjalan beriringan.
Di usianya yang ke-258, kampung ini tidak hanya menggelar Festival Budaya Neppa Pade sebagai upaya menjaga warisan leluhur, tetapi juga mencatat sejarah sebagai kampung pertama di Kabupaten Berau yang mendeklarasikan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Pemkab Berau. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas melalui Asisten III Setda Berau, Maulidiyah, menyebut keberhasilan Inaran menjadi bukti bahwa kemajuan kampung tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga budaya sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.
“Ini merupakan pencapaian yang sangat berarti. Kampung Inaran menjadi yang pertama dari 110 kampung dan kelurahan di Berau yang berhasil mendeklarasikan STBM 5 Pilar. Semoga ini menjadi inspirasi bagi kampung lainnya,” ungkap Maulidiyah saat membuka Festival Budaya Neppa Pade dalam rangka Hari Jadi ke-258 Kampung Inaran.
Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah kampung, kecamatan, sektor kesehatan, perusahaan melalui program CSR, hingga partisipasi aktif masyarakat.
Ia menegaskan, penerapan STBM 5 Pilar menjadi langkah penting dalam mewujudkan Berau yang sehat dan sejahtera. Lima pilar tersebut meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong seluruh kepala kampung dan camat di Berau menjadikan capaian Inaran sebagai contoh dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.
Di sisi lain, Festival Neppa Pade dinilai menjadi ruang penting untuk menjaga identitas budaya masyarakat adat. Beragam kegiatan seperti pawai budaya, tari tradisional, permainan rakyat, hingga pertunjukan seni menjadi sarana memperkuat hubungan masyarakat adat serumpun dari Inaran, Merabu, Mapulu, Merapun, dan Panaan.
Maulidiyah mengatakan, kekayaan budaya merupakan aset yang harus terus dijaga sebagai fondasi pembangunan daerah.
Karena itu, Maulidiyah menyebut, Pemkab Berau berkomitmen memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian budaya sekaligus pengembangan potensi kampung.
“Kami berharap Kampung Inaran terus berkembang sebagai kampung budaya yang mampu menjaga tradisi sekaligus mengembangkan potensinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Saat ini, Kampung Inaran telah berstatus sebagai Kampung Maju. Pemerintah berharap status tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi, menjaga kearifan lokal, serta mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki demi kemajuan kampung di masa mendatang. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





