TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten Berau menghadirkan inovasi baru dalam program seragam sekolah gratis dengan memasukkan Batik Siap Didik sebagai salah satu perlengkapan bagi peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Berbeda dengan seragam nasional yang diproduksi dalam ukuran standar, batik khas Berau tersebut dibuat secara khusus mengikuti ukuran masing-masing siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, menjelaskan penggunaan Batik Siap Didik tidak hanya menjadi bagian dari program bantuan pendidikan, tetapi juga sebagai langkah memperkenalkan identitas budaya lokal kepada para pelajar sejak hari pertama mereka bersekolah.
“Batik yang diberikan kepada peserta didik baru adalah Batik Siap Didik yang memang telah ditetapkan sebagai seragam sekolah. Proses pembuatannya tidak tersedia dalam ukuran siap pakai, tetapi diproduksi berdasarkan ukuran masing-masing siswa,” ungkapnya.
Ia menerangkan, mekanisme tersebut membuat proses pengadaan membutuhkan waktu lebih panjang dibanding seragam nasional maupun seragam pramuka yang telah tersedia dalam berbagai ukuran.
“Kalau sudah seluruh data ukuran peserta didik terkumpul, barulah proses produksi dilakukan oleh penyedia,” bebernya.
Meski demikian, Dinas Pendidikan memastikan penyaluran Batik Siap Didik tetap menjadi prioritas. Distribusi ditargetkan berlangsung secara bertahap mulai Juli dan diharapkan seluruh peserta didik baru telah menerima seragam tersebut paling lambat pada Agustus 2026.
Melalui kebijakan ini, Pemkab Berau berharap para siswa tidak hanya memperoleh manfaat dari program pendidikan gratis, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap warisan budaya daerah yang diwujudkan melalui penggunaan batik khas Berau sebagai seragam resmi sekolah.
“Kami berharap Batik Siap Didik tidak hanya menjadi seragam yang dikenakan di sekolah, tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah sekaligus menjadi identitas yang membanggakan bagi pelajar Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





