TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Festival Budaya Bekudung Betiung yang dirangkai dengan peringatan Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak ke-263 resmi ditutup dalam suasana meriah.
Penutupan yang dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Wakil Bupati Berau Gamalis, tokoh adat, serta ribuan masyarakat menjadi penegasan komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya Dayak sekaligus mendorongnya menjadi daya tarik wisata unggulan Kalimantan Timur.
Kepala Kampung Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan festival, khususnya kepada Wakil Gubernur Kalimantan Timur yang hadir secara langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehadiran pemerintah provinsi menjadi bentuk perhatian nyata terhadap pelestarian budaya sekaligus pembangunan masyarakat adat di Kampung Tumbit Dayak.
“Meskipun saat ini kita berada pada masa efisiensi anggaran, kami berharap festival budaya ini tetap dapat dilaksanakan setiap tahun. Festival Bekudung Betiung bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi wadah memperkenalkan budaya Dayak Ga’ai kepada generasi muda agar tetap hidup, dikenal, dan tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, perusahaan, para donatur, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil sehingga seluruh rangkaian Festival Bekudung Betiung dan Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak ke-263 dapat berjalan sukses.
Tak hanya itu, Ahmad Jamlan berharap perhatian pemerintah terhadap pembangunan kampung terus ditingkatkan, terutama untuk infrastruktur jalan, pengembangan ekonomi masyarakat, serta fasilitas penunjang lainnya yang dinilai sangat dibutuhkan warga.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis menilai Festival Bekudung Betiung telah berkembang menjadi agenda budaya penting yang layak mendapatkan dukungan lebih luas, bahkan dipromosikan sebagai agenda pariwisata tingkat provinsi hingga nasional.
Ia mengungkapkan harapannya agar Festival Bekudung Betiung dapat masuk dalam kalender pariwisata Kalimantan Timur, bahkan diusulkan menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
“Festival ini telah dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Kami optimistis Bekudung Betiung memenuhi syarat untuk menjadi salah satu event budaya nasional yang membanggakan Kalimantan Timur,” kata Gamalis.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur Kalimantan Timur yang dinilai menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung pelestarian budaya masyarakat adat Dayak di Kabupaten Berau.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengaku tetap menyempatkan hadir meski harus menyelesaikan agenda pemerintahan hingga sore hari di Samarinda. Baginya, Festival Adat Bekudung Betiung merupakan salah satu kekayaan budaya yang wajib dijaga bersama.
Ia menyebut usia Kampung Tumbit Dayak yang telah mencapai 263 tahun menjadi kebanggaan tersendiri karena bahkan lebih tua dibanding usia Kabupaten Berau.
“Saya merasakan sambutan yang luar biasa hangat. Ini menunjukkan masyarakat Tumbit Dayak memiliki semangat besar dalam menjaga adat dan budayanya,” ungkapnya.
Seno Aji memuji penampilan seni tari dan budaya Dayak yang ditampilkan selama festival. Menurutnya, generasi muda Dayak saat ini telah memiliki pendidikan yang semakin baik tanpa meninggalkan identitas budayanya.
“Kalau sebuah bangsa ingin menjadi bangsa yang besar, maka lestarikan adat dan budayanya. Apa yang dilakukan masyarakat Tumbit Dayak menjadi contoh bagaimana budaya tetap hidup di tengah kemajuan zaman,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Seno Aji juga memaparkan berbagai program Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui program bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) gratis bagi mahasiswa jenjang S1, S2, hingga S3 di berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur.
Selain itu, ia mengajak seluruh perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Timur untuk terus menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi pengembangan seni, budaya, serta pelestarian adat istiadat masyarakat.
Menurutnya, keberagaman budaya yang dimiliki Kalimantan Timur merupakan kekuatan besar yang harus dijaga bersama demi menciptakan daerah yang aman, harmonis, sekaligus menarik bagi investor.
Mengakhiri sambutannya, Seno Aji berharap Festival Bekudung Betiung dan Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk terus berkarya.
“Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbil’alamin, Festival Budaya Bekudung Betiung dan Hari Jadi Kampung Tumbit Dayak ke-263 secara resmi saya nyatakan ditutup. Teruslah menjaga warisan leluhur, karena budaya adalah identitas yang akan kita wariskan kepada anak cucu di masa depan,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




