TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Setelah sempat tidak beroperasi, maskapai AirAsia dipastikan kembali melayani penerbangan dari dan menuju Bandara Kalimarau mulai 2 Juli 2026.
Kembalinya maskapai berbiaya rendah tersebut menjadi angin segar bagi Kabupaten Berau, terutama dalam memperkuat konektivitas udara sekaligus membuka peluang lebih besar bagi sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi.
Kepala BLU UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, memastikan seluruh persiapan telah rampung sehingga AirAsia siap kembali mengudara melalui Bandara Kalimarau.
“AirAsia akan kembali beroperasi mulai 2 Juli 2026,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rute yang dilayani masih sama seperti sebelumnya, yakni Surabaya–Berau dengan transit di Balikpapan. Jalur tersebut dinilai strategis karena menghubungkan Berau dengan salah satu pusat ekonomi terbesar di Indonesia sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat dari berbagai daerah.
“Rutenya Surabaya-Berau melalui Balikpapan seperti sebelumnya,” katanya.
Menurut Patah, bertambahnya pilihan maskapai akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain meningkatkan konektivitas, kehadiran AirAsia juga diharapkan menciptakan persaingan layanan yang sehat sehingga pengguna jasa transportasi udara memiliki lebih banyak alternatif penerbangan dengan pelayanan yang kompetitif.
Lebih dari itu, sektor pariwisata diprediksi menjadi salah satu yang paling merasakan manfaat dari kembalinya AirAsia. Kemudahan akses penerbangan diyakini akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan Berau, seperti Kepulauan Derawan, Maratua, Kakaban, Labuan Cermin hingga kawasan wisata alam lainnya.
“Ini diharapkan mendorong pertumbuhan pariwisata, perdagangan, dan investasi di Berau,” ungkapnya.
Patah pun menyambut positif kembalinya AirAsia dan berharap sinergi antara pengelola bandara dengan maskapai dapat terus diperkuat untuk mendukung kemajuan daerah.
“Selamat datang kembali, AirAsia,” ucapnya.
Ia optimistis kehadiran maskapai tersebut akan semakin memperkuat konektivitas wilayah, menggerakkan roda perekonomian daerah, serta memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Bumi Batiwakkal. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





