SAMBALIUNG, PORTALBERAU– Upaya meningkatkan produktivitas pertanian terus dilakukan di Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung. Tahun 2026 ini, sebanyak 750 kilogram bibit jagung disalurkan kepada kelompok tani melalui bantuan Pemerintah Kabupaten Berau yang bersumber dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP).
Kepala Kampung Sukan Tengah, Bunyamin, mengatakan bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengembangan lahan jagung seluas 50 hektare yang dikelola masyarakat setempat. Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi Gapoktan Sejahtera bersama Pemerintah Kampung Sukan Tengah.
“Jumlah bibit yang dibagikan sebanyak 750 kilogram untuk luas lahan sekitar 50 hektare. Penerima manfaatnya sekitar 10 kelompok tani yang dikoordinir oleh Gapoktan Sejahtera bersama pemerintah kampung,” ujarnya.
Lanjutnya, bantuan tersebut menjadi dukungan penting bagi para petani yang selama ini berupaya meningkatkan hasil produksi pertanian. Terlebih, bantuan bibit yang diterima kali ini merupakan bantuan pertama yang disalurkan kepada kelompok tani di tahun 2026.
Selain bantuan dari Pemkab Berau, Pemerintah Kampung Sukan Tengah juga turut mendorong pengembangan sektor pertanian melalui program demplot tanaman jagung yang didanai dari Anggaran Dana Kampung (ADK).
Program tersebut diharapkan menjadi percontohan bagi masyarakat dalam menerapkan pola budidaya yang lebih baik sekaligus meningkatkan minat warga untuk memanfaatkan lahan pertanian yang tersedia.
“Selain bantuan bibit dari pemerintah daerah, kami juga memiliki program demplot tanaman jagung yang bersumber dari ADK Kampung Sukan Tengah,” jelasnya.
Bunyamin menuturkan, kehadiran bantuan bibit jagung tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para petani penerima manfaat kini lebih termotivasi untuk mengembangkan usaha pertanian karena mendapatkan dukungan langsung dari pemerintah.
Ia menyebut, semangat petani menjadi modal penting dalam mendorong peningkatan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat kampung.
“Dengan adanya bantuan ini, masyarakat penerima manfaat menjadi lebih bersemangat untuk menanam dan mengembangkan lahan pertaniannya,” katanya.
Meski demikian, pemerintah kampung dan para petani berharap perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian tidak berhenti pada bantuan bibit saja. Mereka menginginkan dukungan lanjutan berupa sarana produksi pertanian yang dinilai sangat dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan budidaya tanaman jagung.
“Kami berharap bantuan seperti ini bisa terus berlanjut. Kalau memungkinkan, petani juga dapat dibantu pupuk, herbisida, dan insektisida agar hasil pertanian bisa lebih maksimal,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




