• Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
6JunGMT+0700
  • Login
Portal Berau
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan
No Result
View All Result
Portal Berau
No Result
View All Result

Investasi Perdana Biru Fund Perkuat Akses Benih Berkualitas dan Dorong Budi Daya Berkelanjutan di Berau

admin by admin
15 Mei 2026
in Berau, Pariwisata, Pembangunan
0
Investasi Perdana Biru Fund Perkuat Akses Benih Berkualitas dan Dorong Budi Daya Berkelanjutan di Berau

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Investasi perdana program Biru Fund yang diinisiasi oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), mulai diimplementasikan melalui revitalisasi hatchery (fasilitas pembenihan) udang windu di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Tanjung Batu, Berau, Kalimantan Timur, sebagai upaya memperkuat akses petambak terhadap benih berkualitas sekaligus mendorong praktik budi daya yang lebih berkelanjutan.

Inisiatif ini menjawab tantangan utama sektor tambak di Kabupaten Berau, yaitu keterbatasan pasokan benih yang selama ini bergantung pada daerah lain di luar kota, seperti Surabaya dan Tarakan. Ketergantungan tersebut kerap menyebabkan ketidakpastian kualitas dan jumlah benih akibat risiko kematian benih selama pengiriman.

Dengan hadirnya hatchery lokal, petambak kini dapat memperoleh benih dengan kualitas yang lebih terjaga serta penghitungan yang akurat sesuai kebutuhan produksi.

Selain memperkuat sisi produksi, program ini juga memperkenalkan skema pembiayaan yang lebih inklusif. Melalui Biru Fund, petambak dapat mengakses pembiayaan dengan bunga 0%, disertai masa tenggang pembayaran hingga 10 bulan. Pengembalian dana dilakukan berdasarkan persentase keuntungan, sehingga menyesuaikan dengan hasil panen dan mengurangi tekanan finansial di awal siklus budi daya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid menuturkan, peningkatan produksi benih udang windu di SMKN 3 merupakan contoh kolaborasi pemerintah, swasta, dan NGO yang sangat baik.

Dia menambahkan, kolaborasi ini merupakan terobosan dalam penyediaan benur unggul dan transformasi teknologi budi daya air payau.

“Ini bentuk inovasi dan upaya kreatif dari pemerintah dan para pihak untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat petambak yang selama ini kesulitan mendapatkan benih udang windu berkualitas di Berau,” ujarnya

Menurut Majid, program ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Berau untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor perikanan.

“Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi yang selama ini mendukung kami dalam mengoptimalkan fungsi pelayanan kepada masyarakat Berau,” kata Abdul Majid..

Dia berharap program dari para mitra pembangunan seperti YKAN, dapat terus menginspirasi pihak lain untuk mengembangkan terobosan bisnis berkelanjutan, untuk masa depan sumber penghidupan masyarakat Pesisir Kabupaten Berau dan dapat mendukung program inovasi yang sudah ada seperti KAWAN BAIK, SANG RATU, dan SIPURI.

“Ini model yang dapat kita replikasi. Bisnis berkelanjutan di sektor perikanan yang dapat berkontribusi terhadap konservasi dan peningkatan mata pencaharian masyarakat,” jelasnya.

Guru Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut SMKN 3 Tanjung Batu, Catur Sketsa Suroso, menyampaikan bahwa integrasi antara pendidikan dan industri menjadi nilai utama dari program ini.

“Hatchery ini tidak hanya berfungsi sebagai unit produksi, tetapi juga sebagai sarana praktik bagi siswa agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Kami juga bekerja sama dengan pihak swasta untuk memastikan standar operasional dan penyusunan modul pembelajaran berjalan optimal,” jelas Catur.

Selain itu, kata Catur, Hatchery ini juga dikembangkan sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik melalui model teaching factory di SMKN 3 Tanjung Batu. Fasilitas tersebut memungkinkan siswa terlibat langsung dalam proses produksi benih udang, mulai dari tahap teknis hingga pengelolaan usaha.

Dalam operasionalnya, hatchery dikelola bersama mitra teknis dari sektor swasta, yaitu PT Tri Karta Pratama (PT TKP), yang bertanggung jawab atas pengelolaan produksi sekaligus pengembangan kurikulum praktik bagi siswa.

Bagi petambak, keberadaan hatchery ini tidak hanya meningkatkan akses terhadap benih, tetapi juga memberikan kepastian usaha. Salah satu petambak di Kampung Suaran, Kabupaten Berau, Jumardi, menyebutkan bahwa selama ini ketidakpastian pasokan menjadi risiko utama dalam budi daya.

“Sering kali benur yang datang tidak sesuai jumlah atau menurun karena perjalanan jauh. Sekarang kami bisa mendapatkan benur dengan jumlah yang lebih pasti dan mudah, karena jarak lebih dekat sehingga mengurangi risiko kematian benur sampai di tambak,” katanya.

Program Biru Fund merupakan bagian dari inisiasi Koralestari yang didukung oleh Global Fund for Coral Reefs (GFCR). Biru Fund mendorong pengembangan ekonomi biru yang mengintegrasikan peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan perlindungan ekosistem pesisir. Melalui pendekatan ini, kegiatan budi daya diharapkan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

YKAN mendukung implementasi Biru Fund sebagai instrumen pembiayaan inovatif untuk mendorong usaha ramah lingkungan di sektor perikanan. Dukungan ini mencakup penguatan kapasitas, pendampingan teknis, serta pengembangan model bisnis yang sejalan dengan prinsip konservasi.

“Melalui Biru Fund, kami mendorong terciptanya model usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada perlindungan ekosistem mangrove dan terumbu karang. Ini menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan sektor perikanan di Kabupaten Berau,” ujar Direktur

Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman.
Ke depan, model bisnis berbasis kemitraan dan pembiayaan inovatif ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya, khususnya di daerah dengan tantangan serupa.

Dengan mengintegrasikan dukungan pembiayaan, peningkatan kapasitas, serta insentif berbasis konservasi, inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dalam jangka panjang.

Previous Post

Meski Sempat Delay 2,5 Jam, Jamaah Haji Asal Berau Tetap Berangkat ke Tanah Suci

Next Post

Dinkes Berau Perkuat Antisipasi Hantavirus, Warga Diminta Waspadai Tikus Pembawa Virus

admin

admin

Next Post
Dinkes Berau Perkuat Antisipasi Hantavirus, Warga Diminta Waspadai Tikus Pembawa Virus

Dinkes Berau Perkuat Antisipasi Hantavirus, Warga Diminta Waspadai Tikus Pembawa Virus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ketergantungan pada Perda Lama Disorot, DPRD Berau Minta Terobosan Baru untuk Dongkrak PAD

Ketergantungan pada Perda Lama Disorot, DPRD Berau Minta Terobosan Baru untuk Dongkrak PAD

by admin
12 Juni 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Di tengah tuntutan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, minimnya...

DPRD Berau Ajak Warga Kembali Aktif Jaga Lingkungan, Masalah Drainase Tak Bisa Hanya Dibebankan ke Pemerintah

DPRD Berau Ajak Warga Kembali Aktif Jaga Lingkungan, Masalah Drainase Tak Bisa Hanya Dibebankan ke Pemerintah

by admin
12 Juni 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Upaya mengatasi persoalan drainase dan banjir di Kabupaten Berau dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur...

Masuk Sekolah Tanpa Beban, Disdik Berau Kembali Siapkan Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD-SMP

Masuk Sekolah Tanpa Beban, Disdik Berau Kembali Siapkan Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD-SMP

by admin
12 Juni 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali melanjutkan implementasi program seragam sekolah gratis sebagai salah satu program prioritas...

Bupati Sri Juniarsih Siapkan Pendidikan Gratis untuk TK hingga SMP, Anggaran Seragam Capai Rp16 Miliar

Bupati Sri Juniarsih Siapkan Pendidikan Gratis untuk TK hingga SMP, Anggaran Seragam Capai Rp16 Miliar

by admin
12 Juni 2026
0

TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemkab Berau semakin memantapkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Dalam arah pembangunan...

Portal Berau

© 2022 Portal Berau

Navigate Site

  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
  • Lainnya
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Advertorial
    • DPRD Berau
    • Pemkab Berau
    • PT.Berau Coal
  • Lainnya
    • Sosial
    • Pariwisata
    • Olahraga
    • Pendidikan
  • Tentang Kami
    • Iklan Banner
    • Kebijakan Privacy
    • Kode Etik Jurnalistik
    • Pedoman Siber
    • Redaksi
    • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 Portal Berau

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In