TELUK BAYUR, PORTALBERAU- Pemberangkatan 215 jamaah haji asal Kabupaten Berau di Bandara Kalimarau sempat mengalami keterlambatan selama sekitar 2 hingga 2,5 jam akibat kendala operasional maskapai, Kamis (14/5).
Meski demikian, proses keberangkatan jamaah tetap berjalan lancar setelah dilakukan pergantian armada pesawat.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan pesan khusus kepada seluruh jamaah agar menjadikan keterlambatan tersebut sebagai bagian dari latihan kesabaran sebelum menjalani ibadah di Tanah Suci.
“Pesannya yang pertama adalah dari awal mereka sudah diuji kesabaran ya, dari awal berangkat dengan delay yang cukup lama. Tentu hikmahnya kalau diambil adalah melatih kesabaran,” ujarnya.
Ia mengatakan, selama berada di Tanah Suci para jamaah akan menghadapi kondisi yang jauh berbeda dibandingkan di Indonesia, terutama cuaca ekstrem dan aktivitas ibadah yang membutuhkan fisik prima.
“Kemudian yang kedua, tentu di sana selama di Tanah Suci keadaan tidak sama dengan di Tanah Air. Tentu dilatih lagi adalah ujian fisik yang luar biasa, apalagi kondisi cuaca yang sangat ekstrem,” katanya.
Sri Juniarsih juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar hingga kepulangan nanti.
“Kesehatan tentu saja sangat dipentingkan untuk mendukung perjalanan ibadah sampai 40 hari ke depan,” tuturnya.
Ia berharap seluruh jamaah dapat menjalani seluruh proses ibadah dengan penuh kesabaran sehingga memperoleh predikat haji mabrur dan mabruroh.
“Ketika kita bisa menjalani semua, maka insyaallah kita akan menjadi haji mabrur dan mabruroh. Dan kita doakan seluruh jamaah bisa kembali pulang ke Tanah Air dalam keadaan sehat walafiat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala UPBU BLU Kelas I Bandara Kalimarau Berau, Patah Atabri, memastikan proses pemberangkatan jamaah berjalan aman meskipun sempat terjadi keterlambatan penerbangan.
“Puji syukur kegiatan kita untuk hari ini pemberangkatan haji dari Kabupaten Berau sejumlah 215 orang alhamdulillah berjalan lancar. Walaupun ada kendala keterlambatan maskapai, tapi itu memang suatu ujian dari kita semua untuk berlatih bersabar,” katanya.
Ia menjelaskan keterlambatan terjadi akibat kendala operasional pada armada pesawat yang sebelumnya direncanakan datang dari Morowali.
“Maskapai yang dipergunakan eks dari Bandara Morowali karena ada kendala, maka menggunakan pesawat yang eks dari Ternate. Jadi alhamdulillah tidak ada kendala lagi dan berjalan lancar semuanya. Hanya keterlambatan saja 2 sampai 2,5 jam,” jelasnya.
Terkait kemungkinan penggunaan pesawat charter pada pemberangkatan haji mendatang, Patah menyebut hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah dan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Karena charter itu kan kewenangannya ada di pemerintah daerah. Tergantung apakah APBD-nya cukup atau tidak,” pungkasnya. (*/)




