TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Upaya mengembangkan pertanian perkotaan atau urban farming di Kecamatan Tanjung Redeb mulai menarik minat generasi muda. Melalui dukungan PT Berau Coal, para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Tanjung Redeb kini mulai belajar membudidayakan tanaman kakao di lahan kosong milik pemerintah yang disulap menjadi kawasan pertanian produktif.
Sebanyak 17 anggota Karang Taruna mengikuti Pelatihan Budidaya Tanaman Kakao yang digelar di Kebun Percontohan Samburakat dampingan PT Berau Coal, Kamis (7/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengembangan urban farming yang tengah dikembangkan di belakang Kantor Kecamatan Tanjung Redeb.
Sebelumnya, PT Berau Coal telah memberikan dukungan berupa 180 bibit kakao bersertifikasi lengkap dengan sarana pendukung seperti kompos, insektisida Decis, tanaman penaung durian, hingga bibit hortikultura berupa jagung pipil dan jagung manis.
Pelatihan diberikan karena sebagian besar anggota Karang Taruna yang mengelola lahan urban farming tersebut tidak memiliki latar belakang pertanian. Meski demikian, antusiasme para peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung.
Mereka aktif berdiskusi dan mempelajari teknik dasar budidaya kakao, mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga pengendalian hama tanaman.
Community Based Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan mengatakan, pelatihan ini merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda.
“Harapannya, teman-teman Karang Taruna bisa memanfaatkan kegiatan ini untuk menambah pengetahuan dan keterampilan terkait budidaya kakao,” ujarnya.
Menurut Reza, pengembangan kakao saat ini menjadi salah satu fokus yang terus didorong perusahaan karena dinilai memiliki prospek ekonomi jangka panjang bagi Kabupaten Berau.
Ia berharap pengembangan kakao tidak hanya berhenti pada kawasan binaan perusahaan, tetapi juga dapat menyebar luas dan menjadi komoditas unggulan masyarakat.
“Tujuan kami adalah bagaimana pengembangan kakao ini bisa menyebarluas, sehingga ke depan kakao dapat berkembang dan menjadi salah satu potensi ekonomi masa depan Kabupaten Berau,” tutupnya.
Sementara itu, mewakili Camat Tanjung Redeb, Ketua LPM sekaligus Ketua Karang Taruna Kecamatan Tanjung Redeb, Daud Yusuf menyampaikan apresiasi atas dukungan PT Berau Coal dalam pengembangan urban farming berbasis kakao tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan fasilitas kunjungan sekaligus kesempatan belajar di kebun percontohan binaan Berau Coal ini,” ungkapnya.
Daud menjelaskan, sebelumnya Karang Taruna telah menerima bantuan ratusan bibit kakao beserta sarana penunjang lainnya. Namun keterbatasan pengetahuan teknis membuat pengelolaan tanaman belum berjalan optimal.
“Kondisi kakao kami saat ini hidup, namun karena keterbatasan pengetahuan, kami merasa pengelolaannya belum optimal. Kami berharap melalui kegiatan ini tanaman kakao yang kami kembangkan bisa terus tumbuh dan berkembang,” katanya.
Semangat serupa juga disampaikan salah satu anggota Karang Taruna Tanjung Redeb, Irwan. Ia menilai pengembangan kakao menjadi pengalaman baru yang menarik bagi generasi muda di perkotaan.
“Kami di sini memang tidak memiliki latar belakang pertanian dan masih dalam tahap belajar. Urban farming ini menjadi sarana bagi kami generasi muda untuk belajar budidaya kakao,” ujarnya.
Ia berharap, ke depan para pemuda tidak hanya mampu mengelola kebun kakao sendiri, tetapi juga mengajak generasi muda lainnya untuk ikut terlibat dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Berau. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





