TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Suasana berbeda terlihat di Mapolres Berau, beberapa waktu lalu. Ratusan personel polisi mendadak menjalani pemeriksaan ketat dalam inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Kalimantan Timur melalui kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kombes Pol Hariyanto bersama AKBP I Nyoman Suantara dan tim pemeriksa dari Polda Kaltim.
Sejak apel pagi dimulai, sebanyak 282 personel Polres Berau dan anggota dari empat Polsek terdekat dikumpulkan di halaman Mapolres untuk mengikuti pemeriksaan menyeluruh. Turut hadir Kapolres Berau, Wakapolres, pejabat utama, hingga jajaran perwira.
Dalam arahannya, Kombes Pol Hariyanto menegaskan bahwa disiplin merupakan pondasi utama bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan seluruh personel menjalankan tugas sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Pemeriksaan yang dilakukan terbilang menyeluruh. Tim Propam memeriksa sikap tampang personel, kelengkapan identitas diri, penggunaan pakaian dinas (gampol), hingga melakukan tes urine kepada anggota.
Tak hanya personel, pengawasan juga menyasar perlengkapan dinas kepolisian. Senjata api dinas beserta amunisi diperiksa satu per satu, termasuk gudang penyimpanan senpi guna memastikan seluruh prosedur keamanan berjalan sesuai standar.
Langkah itu dilakukan sebagai upaya mencegah pelanggaran disiplin maupun penyalahgunaan fasilitas dinas oleh anggota kepolisian.
Selain pemeriksaan internal, tim Gaktibplin juga mengecek sejumlah ruang pelayanan publik di Polres Berau. Mulai dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), pelayanan SKCK, ruang sidik jari, hingga pelayanan SIM di Satlantas.
Ruang tahanan pun turut menjadi perhatian dalam sidak tersebut guna memastikan kondisi keamanan dan standar pelayanan terhadap tahanan berjalan sebagaimana mestinya.
Kombes Pol Hariyanto menegaskan, kegiatan Gaktibplin bukan semata-mata mencari kesalahan anggota, melainkan bentuk pengawasan dan pembinaan agar institusi kepolisian tetap profesional, disiplin, dan humanis dalam melayani masyarakat.
“Kegiatan ini sebagai langkah pengawasan dan pembinaan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal serta humanis,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





