TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Pemkab Berau mulai menyiapkan langkah khusus untuk mengendalikan inflasi dari sektor perikanan melalui program pasar ikan murah.
Strategi tersebut disiapkan Dinas Perikanan Berau sebagai upaya menjaga harga ikan tetap terjangkau tanpa mematikan aktivitas pedagang di pasar tradisional.
mengatakan, sektor perikanan masih menjadi salah satu komponen penting yang memengaruhi inflasi daerah, terutama untuk komoditas ikan konsumsi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Menurutnya, harga ikan di Berau cenderung fluktuatif karena dipengaruhi distribusi, cuaca, hingga cepatnya perputaran hasil tangkapan nelayan.
“Kalau tingkat provinsi, inflasi kita memang fluktuatif. Karena komoditas yang paling diandalkan salah satunya ikan layang,” ujarnya.
Abdul Majid menjelaskan, kondisi harga ikan bisa melonjak ketika distribusi terganggu atau hasil tangkapan nelayan langsung dikirim ke luar daerah akibat lambatnya penyerapan pasar lokal.
“Karena sifatnya pengusaha, ikan itu harus cepat terjual. Kalau lambat perputaran, biasanya dikirim ke luar daerah,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Dinas Perikanan akan melakukan intervensi melalui pasar ikan murah di waktu-waktu tertentu. Program tersebut dirancang sebagai langkah stabilisasi harga, terutama saat harga ikan di pasar mulai tinggi.
“Nanti kita adakan pasar ikan khusus yang ada di TPI. Itu salah satu cara mengatasi inflasi,” jelasnya.
Namun demikian, Abdul Majid menegaskan pasar murah tidak akan digelar setiap hari. Pemerintah sengaja membatasi pelaksanaannya agar tidak merusak mekanisme pasar dan tetap memberi ruang bagi pedagang tradisional mencari keuntungan.
“Kalau setiap hari pasar murah, kasihan pedagang di pasar, nanti tidak laku. Jadi kita hanya mengendalikan saja supaya harga bisa seimbang,” tegasnya.
Ia menyebut, konsep yang diterapkan bukan menurunkan harga secara ekstrem, melainkan meredam lonjakan agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Dengan pola tersebut, pemerintah berharap harga ikan tetap stabil, nelayan tetap mendapat keuntungan, dan masyarakat tetap mampu membeli kebutuhan pangan.
Selain pasar murah, Dinas Perikanan juga terus mendorong penguatan distribusi hasil tangkapan melalui Tempat Pelelangan Ikan (TPI) agar rantai pasok ikan di Berau lebih terkontrol. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus mempermudah pengawasan produksi perikanan daerah.
Di sisi lain, Abdul Majid memastikan pemerintah daerah tetap mendorong nelayan agar terus melaut dan menjaga ketersediaan pasokan ikan.
Ia juga mengingatkan agar aktivitas penangkapan dilakukan secara ramah lingkungan demi menjaga keberlanjutan sumber daya laut Berau. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




