TANJUNG REDEB, PORTALBERAU– Di tengah keterbatasan fasilitas penunjang personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau tetap bergerak cepat melayani masyarakat.
Bahkan, dalam empat bulan terakhir, ratusan laporan non kebakaran berhasil ditangani dengan respons kurang dari 10 menit.
Kondisi tersebut diungkapkan Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan. Ia mengakui, sebagai instansi yang baru terbentuk, pihaknya masih menghadapi keterbatasan fasilitas dasar di kantor.
Ia menyebut, salah satu yang menjadi sorotan adalah ruang sekretariat yang belum dilengkapi pendingin udara (AC). Bahkan saat anggota melakukan lembur malam hari, kondisi listrik dan penerangan kerap menjadi kendala.
“Iya benar, sangat panas, kasihan anggota,” ujarnya.
Menurut Rakhmadi, kondisi tersebut membuat sejumlah personel harus bekerja dalam keadaan tidak nyaman. Tak jarang anggota sampai melepas baju dinas karena suhu ruangan yang panas.
Meski demikian, keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat para petugas damkar untuk tetap siaga melayani masyarakat selama 24 jam.
“Anggota terkadang sampai lepas baju karena panas,” katanya.
Ia menjelaskan, persoalan fasilitas itu telah dilaporkan kepada Sekretaris Kabupaten Berau dan saat ini masih dalam proses pembahasan di lingkungan pemerintah daerah.
Sebagai pimpinan, dirinya berharap pemenuhan fasilitas dasar dapat segera direalisasikan agar kenyamanan dan efektivitas kerja personel semakin meningkat.
“Harapan saya, bisa segera terpenuhi,” ucapnya.
Di balik keterbatasan tersebut, Disdamkarmat Berau justru menunjukkan kinerja yang cukup tinggi. Selama periode Januari hingga April 2026, tercatat sebanyak 116 kegiatan evakuasi non kebakaran berhasil ditangani.
Kasus yang paling banyak ditangani yakni evakuasi ular yang masuk ke permukiman warga. Selain itu, petugas juga sering menerima laporan sarang tawon, pelepasan cincin yang tersangkut di jari, hingga penanganan orang tenggelam.
“Untuk respons mencapai lokasi, tidak pernah lebih dari 10 menit,” tegasnya.
Rakhmadi menilai, loyalitas dan dedikasi personel menjadi kekuatan utama Disdamkarmat Berau saat ini. Menurutnya, para anggota memahami bahwa tugas kemanusiaan harus tetap menjadi prioritas, meski sarana pendukung belum sepenuhnya memadai.
“Saya salut sama anggota saya. Mereka sadar kurang fasilitas, tapi pelayanan tetap menjadi prioritas,” ungkapnya.
Ia pun berharap perhatian terhadap kebutuhan dasar kantor dan personel dapat segera diwujudkan, mengingat beban kerja petugas damkar saat ini tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat yang langsung bersentuhan dengan keselamatan masyarakat.
“Dengan tingginya intensitas pelayanan, Disdamkarmat Berau kini menjadi salah satu garda terdepan dalam penanganan keadaan darurat di Bumi Batiwakkal,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim





