TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) kembali menggulirkan program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun 2026. Program ini menyasar 112 unit rumah yang tersebar di 10 kampung sebagai bentuk bantuan swadaya atau stimulan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kepala Disperkim Berau, Mulyadi, menjelaskan bahwa saat ini program masih berada pada tahap verifikasi data usulan dari masing-masing kampung. Proses ini menjadi kunci untuk memastikan bantuan tepat sasaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Sekarang masih dalam tahap verifikasi berdasarkan usulan-usulan dari kampung. Dari situ kita menentukan siapa yang benar-benar layak mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penerima bantuan harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dalam peraturan dan petunjuk teknis (juknis). Di antaranya adalah masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki rumah sendiri namun dalam kondisi tidak layak huni.
“Yang kita bantu adalah masyarakat kurang mampu yang memiliki rumah dan tanah, tetapi kondisi rumahnya tidak layak huni untuk ditempati. Itu yang nanti kita rehab melalui program ini,” bebernya.
Mulyadi juga mengungkapkan masih adanya kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait kriteria penerima bantuan. Ia mencontohkan kasus warga yang tinggal di pos kamling karena merasa tidak mampu, seperti yang terjadi di wilayah Biduk-Biduk.
“Banyak masyarakat yang salah persepsi. Mereka merasa kurang mampu sampai tinggal di pos kamling, padahal itu tidak masuk kriteria. Kami tidak bisa membantu karena program ini diperuntukkan bagi yang memiliki rumah, bukan yang tidak punya sama sekali,” jelasnya.
Selain itu, terdapat pula kondisi rumah tidak layak huni yang justru tidak ditempati oleh pemiliknya. Hal ini juga menjadi perhatian dalam proses seleksi agar bantuan tidak salah sasaran.
Adapun beberapa kampung yang masuk dalam rencana program RTLH tahun ini di antaranya Gunung Sari, Batu Rajang, Dumaring, Capuak, serta beberapa kampung lainnya yang masih dalam tahap finalisasi.
“Kami harap program ini dapat meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendorong kesejahteraan warga di wilayah Kabupaten Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim





