TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Komisi I DPRD Berau menyoroti capaian serapan anggaran sektor kesehatan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait evaluasi LKPJ Bupati Berau bersama Dinas Kesehatan dan manajemen RSUD Abdul Rivai, Senin (27/4/2026), di Ruang Rapat Gabungan Sekretariat DPRD Berau.
Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyebutkan bahwa realisasi anggaran RSUD Abdul Rivai tergolong tinggi secara persentase.
Dari total anggaran sekitar Rp210 miliar, realisasi mencapai Rp187 miliar atau sekitar 88 persen, dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SilPA) sebesar Rp23 miliar.
“Kalau dilihat dari presentasi ialah 88 persen dengan capaian tinggi. Dari segi angka anggaran, realisasi ini cukup tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, untuk Dinas Kesehatan Berau, dari total anggaran Rp421 miliar, realisasi tercatat sebesar Rp360 miliar atau sekitar 83,62 persen, dengan SilPA mencapai Rp60 miliar.
Meski capaian tersebut dinilai tinggi, Elita menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehingga penyerapan anggaran harus lebih optimal. Ia berharap sisa anggaran dapat diminimalkan agar berdampak langsung pada peningkatan layanan.
“Kalau melihat kondisi seperti ini tentunya harus dilihat bahwa pelayanan kesehatan ialah kebutuhan dasar sehingga kita harap penyerapan anggaran dapat maksimal dan seharusnya dapat meminimalisir SilPA,” tegasnya.
Ia juga menyinggung kondisi fiskal daerah yang saat ini tidak dalam situasi ideal, sehingga efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran menjadi sangat penting.
“Apalagi dengan kondisi anggaran yang seperti saat ini dengan kondisi tidak baik-baik saja,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya menyoroti masih adanya persoalan pelayanan di rumah sakit, termasuk isu kekurangan obat yang sempat terjadi. Menurutnya, hal tersebut harus menjadi perhatian serius agar tidak terulang di masa mendatang.
“Misalnya rumah sakit yang memang ada pelayanan-pelayanan yang dianggap masih perlu dibenahi dan belum maksimal, seperti kekurangan obat kemarin. Ini yang kami harapkan agar ke depan tidak terjadi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa hasil evaluasi ini akan menjadi catatan strategis dan rekomendasi bagi pemerintah daerah untuk perbaikan ke depan.
“Hasil ini menjadi rekomendasi dan catatan strategis kami untuk kemajuan Kabupaten Berau di tahun 2026,” jelasnya.
Dirinya juga menyoroti kesiapan operasional rumah sakit baru yang direncanakan mulai beroperasi pada Mei 2026. Ia meminta seluruh aspek, mulai dari tenaga kesehatan, sarana prasarana, tipe rumah sakit hingga perizinan, dipastikan telah siap.
“Jangan sampai nanti setelah beroperasi banyak hal-hal yang tidak siap. Seperti dengan kerja sama terhadap BPJS,” pungkasnya.
Pihaknya berharap kehadiran rumah sakit baru tersebut benar-benar mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Berau. (ADV)
Penulis : Muhammad Izzatullah
Editor : Ikbal Nurkarim




