TANJUNG REDEB, PORTALBERAU – Anggota DPRD Kabupaten Berau, Sutami, melaksanakan kegiatan Reses III Tahun Anggaran 2025 pada 1–3 Desember 2025 di tiga kampung yang berada di Kecamatan Batu Putih, yakni Kampung Ampen Medang, Kampung Kayu Indah, dan Kampung Batu Putih.
Reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan kendala yang masih mereka hadapi, terutama di sektor infrastruktur, pendidikan, dan pertanian.
Sutami mengatakan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bagian dari pembahasan prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal, melainkan komitmen wakil rakyat untuk mengetahui kondisi lapangan secara langsung.
“Untuk masa Reses III TA 2025 ini kami mendatangi tiga kampung, yakni Kampung Ampen Medang, Kayu Indah, dan Kampung Batu Putih. Semuanya berada di Kecamatan Batu Putih,” ujarnya.
Di Kampung Ampen Medang, aspirasi masyarakat didominasi kebutuhan pembangunan drainase jalan dan fasilitas pendidikan. Menurut mereka, kondisi ruang kelas di sekolah sudah tidak mencukupi karena jumlah siswa terus meningkat, salah satunya akibat hadirnya perusahaan sawit di wilayah tersebut yang memicu pertumbuhan penduduk.
“Mereka mengusulkan pembangunan drainase jalan. Selain itu ruang kelas belajar (RKB) juga menjadi kebutuhan mendesak karena saat ini sekolah sudah overload dan siswa sampai harus dialihkan ke sekolah lain,” jelasnya.
Selain itu, warga juga mengajukan bantuan jalan usaha tani dan pupuk untuk mendukung kegiatan pertanian sebagai sumber ekonomi utama.
Sementara itu, Kampung Kayu Indah memiliki visi berbeda. Warga ingin mengembangkan kampung mereka menjadi desa wisata berbasis pertanian. Untuk itu, kebutuhan utama yang mereka sampaikan meliputi bibit jagung, pupuk, serta peningkatan fasilitas rumah ibadah yang saat ini sering mengalami pemadaman listrik.
“Masyarakat Kayu Indah bercita-cita menjadi kampung pariwisata dan pertanian. Mereka berharap jaringan listrik Mahakam dapat segera masuk ke Berau agar tidak lagi bergantung pada genset,” kata Sutami.
Usulan serupa pendidikan juga muncul di Kampung Batu Putih. Warga meminta penambahan RKB untuk SMPN 1 Batu Putih dan SDN 1 Batu Putih, termasuk pembangunan pagar sekolah yang roboh dan dinilai membahayakan keselamatan siswa.
“Ini cukup memprihatinkan karena ada siswa yang terpaksa belajar di koridor sekolah. Saya mendorong OPD terkait agar segera mengatasi hal ini,” tegasnya.
Sutami menambahkan bahwa dengan besarnya porsi anggaran pendidikan, sudah seharusnya fasilitas sekolah di kampung juga mendapatkan perhatian serius.
“Ketimbang membangun infrastruktur yang kurang prioritas, lebih baik anggaran dialihkan ke pembangunan RKB. Karena pendidikan adalah pondasi masa depan masyarakat kita,” kuncinya.





