TANJUNG REDEB, PORTALBERAU- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu menyebut anggaran untuk pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi 100 kepala kampung (kakam) serta perangkat kampung lainnya, di Kabupaten Berau, sangat terbatas.
Hal itu menjadi penghambat untuk dilaksanakannya bimtek secara rutin bagi para kakam.
“Setiap tahun kami selalu laksanakan bimtek untuk para kakam, tujuannya untuk memahamkan kepada para kakam terkait aturan-aturan terutama dalam pengelolaan Alokasi Dana Kampung (ADK). Tapi anggaran untuk bimtek ini memang ada kekurangan,” ujarnya kepada Portal Berau Online, Jumat (2/2/2024).
Namun keterbatasan anggaran tersebut, dikatakan Tenteram telah diajukan kepada Pemkab Berau, agar ditambahkan supaya pelaksanaan bimtek dapat berjalan lebih maksimal.
“Tapi kami sudah mintakan ke Pemkab agar dana bimtek ini bisa ditambah. Karena yang diberikan bimbingan ini bukan hanya kakamnya saja, tetapi perangkat lain seperti bendahara dan lainnya yang memiliki peran penting dalam pengelolaan pemerintahan desa, juga menjadi peserta bimtek, sehingga kami memang membutuhkan dana tang lebih untuk meningkatkan kapasitas perangkat kampung ini,” pungkasnya. (Mrt/Ded)





