TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Setelah delapan tahun belum kembali meraih penghargaan Adipura, Kabupaten Berau kembali berupaya memperbaiki catatan pengelolaan kebersihan dan lingkungan.
Kesempatan untuk mengembalikan penghargaan tersebut kini memasuki tahap penilaian oleh tim Kementerian Lingkungan Hidup.
Penilaian yang dimulai sejak Selasa (3/11/2026) lalu itu berlangsung hingga 6 November 2026, dengan menyasar puluhan titik pantau di sejumlah wilayah Berau.
Berbagai aspek menjadi perhatian, mulai dari pengelolaan sampah, kebersihan fasilitas publik, hingga kondisi dan pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH).
Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan tim penilai telah melakukan pemeriksaan secara bertahap sesuai agenda yang disusun. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran awal penilaian adalah Pasar Sanggam Adji Dilayas.
“Kunjungan tim penilai telah dimulai sejak hari pertama dengan mendatangi beberapa lokasi yang masuk dalam daftar penilaian. Salah satunya adalah Pasar Sanggam Adji Dilayas,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah objek penilaian dinilai memiliki kondisi yang cukup mendukung. Di antaranya ruang terbuka hijau yang terawat dan dimanfaatkan masyarakat, kondisi pasar yang relatif bersih, serta pelaksanaan pengelolaan sampah di sejumlah kawasan.
Meski demikian, Zulkifli mengingatkan bahwa penilaian Adipura tidak hanya bertumpu pada satu atau dua lokasi. Seluruh titik pantau harus menunjukkan konsistensi dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan.
Pasalnya, penilaian tersebut menjadi gambaran menyeluruh terhadap keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola lingkungan, termasuk di kawasan permukiman, fasilitas umum, pasar, hingga ruang publik.
Sebagai informasi, penghargaan Adipura terakhir kali diraih Kabupaten Berau pada 2018. Setelah delapan tahun belum kembali mendapatkannya, penilaian tahun ini menjadi momentum untuk menunjukkan perkembangan sekaligus mengukur sejauh mana pembenahan pengelolaan lingkungan telah berjalan.
DLHK Berau pun berharap seluruh pihak yang berkaitan dengan lokasi penilaian dapat menjaga kebersihan dan kondisi lingkungan masing-masing.
“Dengan begitu, hasil evaluasi tidak hanya mencerminkan kesiapan menghadapi penilaian, tetapi juga kondisi nyata pengelolaan lingkungan di Kabupaten Berau ini,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto




