TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Gangguan listrik yang sempat memadamkan sejumlah wilayah di Kabupaten Berau menjadi catatan penting bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Di tengah peralihan menuju sistem kelistrikan interkoneksi, pemerintah daerah meminta PLN tidak hanya memperkuat jaringan utama, tetapi juga menyiapkan sistem cadangan untuk mengantisipasi pemadaman meluas.
Dalam kesempatannya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan keandalan pasokan listrik harus menjadi perhatian seiring perubahan pola distribusi energi di daerah. Terlebih, sistem kelistrikan Berau kini mulai terhubung dengan jaringan dari wilayah lain, termasuk Samarinda dan Balikpapan.
Menurutnya, sistem interkoneksi memang membuka peluang pasokan listrik yang lebih luas. Namun, di sisi lain, gangguan pada satu titik jaringan juga berpotensi berdampak terhadap wilayah lain yang terhubung dalam sistem tersebut.
“Kalau satu titik mengalami gangguan, dampaknya bisa dirasakan sampai ke wilayah lain,” jelasnya.
Sri Juniarsih mengungkapkan, salah satu gangguan yang terjadi sebelumnya dipicu tumbangnya pohon bangris di sekitar jalur transmisi. Pohon berukuran besar tersebut menimpa jaringan listrik hingga menarik konstruksi tiang.
Peristiwa itu menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan jaringan secara berkala, terutama pada jalur transmisi yang melintasi kawasan dengan pepohonan berukuran besar. Menurutnya, upaya menjaga keandalan listrik tidak cukup hanya dengan memperbaiki jaringan setelah terjadi kerusakan.
Selain pemeliharaan, Bupati Sri juga menyoroti perlunya ketersediaan sumber pasokan alternatif atau jaringan cadangan. Dengan demikian, ketika jaringan utama mengalami gangguan, distribusi listrik tidak langsung terhenti dalam waktu lama.
Pemkab Berau berharap PLN dapat mengantisipasi potensi gangguan melalui penguatan infrastruktur dan sistem pengamanan jaringan. Hal ini dinilai penting karena listrik menjadi kebutuhan mendasar yang menopang aktivitas masyarakat, dunia usaha, perdagangan hingga pelayanan publik.
Sri menyebut, pengembangan sistem interkoneksi merupakan bagian dari modernisasi kelistrikan Berau yang diharapkan semakin maksimal mulai 2027.
“Ke depan kita akan memaksimalkan jaringan interkoneksi. Sistem kelistrikan kita sudah bergerak menuju pola yang lebih modern,” ujarnya.
Namun, modernisasi tersebut menurutnya harus diikuti kesiapan infrastruktur pendukung. Jangan sampai perluasan jaringan pasokan justru belum diimbangi kemampuan sistem dalam mengantisipasi gangguan.
Sri berharap penguatan jaringan utama, pemeliharaan transmisi, serta penyediaan sistem cadangan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan keandalan listrik.
“Kami berharapnya, dengan sistem yang semakin baik dan didukung jaringan cadangan, gangguan listrik tidak lagi berdampak luas ke masyarakat,” kuncinya. (ADV)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto




