TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Berau Expo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pameran, tetapi juga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi perekonomian masyarakat serta pelestarian budaya daerah.
Ketua Panitia Berau Expo 2026 yang juga Asisten III Sekretariat Kabupaten Berau, Maulidiyah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Harapan itu didukung capaian awal pelaksanaan expo. Sejak 16 hingga 19 Oktober 2026, jumlah pengunjung tercatat mencapai 97.436 orang. Sementara perputaran transaksi UMKM lokal dan pedagang kaki lima (PKL) selama tiga hari dilaporkan menembus Rp649,15 juta.
Menurut Maulidiyah, tingginya kunjungan masyarakat diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan penjualan dan peluang usaha bagi para pedagang yang terlibat.
“Melalui kegiatan expo ini, kami sebagai panitia sangat berharap terjadi peningkatan perputaran ekonomi dan pemberdayaan UMKM. Pelaku UMKM lokal mendapatkan panggung untuk mengenalkan produk unggulan mereka langsung kepada konsumen,” ujarnya.
Namun, manfaat yang ingin dicapai tidak sebatas transaksi selama pameran berlangsung. Maulidiyah berharap partisipasi UMKM dalam Berau Expo juga membuka kesempatan menjalin kemitraan dengan distributor maupun investor, sehingga produk lokal memiliki peluang untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Dirinya menyebut, terbentuknya hubungan bisnis baru dapat menjadi modal penting bagi keberlanjutan usaha masyarakat setelah Berau Expo berakhir. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih panjang, bukan hanya peningkatan penjualan dalam hitungan hari.
Selain membuka peluang pasar, panitia Berau Expo juga mendorong penggunaan sistem pembayaran nontunai atau cashless di stan-stan pameran.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan digitalisasi transaksi kepada para pedagang, termasuk pelaku usaha kecil agar semakin terbiasa dengan perkembangan sistem pembayaran dalam aktivitas perdagangan.
Penerapan pembayaran digital diharapkan dapat menjadi pengalaman bagi UMKM untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Dengan begitu, Berau Expo tidak hanya menjadi sarana promosi produk, tetapi juga ruang pembelajaran bagi pedagang untuk mengembangkan praktik usaha yang lebih modern.
Di samping sektor ekonomi, Berau Expo 2026 turut dimanfaatkan sebagai wadah untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal. Sejumlah kegiatan, seperti Festival Tari Berau dan lomba lagu daerah, dihadirkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Panitia juga memberikan kesempatan kepada berbagai paguyuban untuk menampilkan kesenian khas masing-masing. Keterlibatan beragam kelompok masyarakat tersebut menjadi bentuk kolaborasi dalam merawat keberagaman budaya sekaligus memperkuat kebersamaan di Kabupaten Berau.
“Kami juga melestarikan budaya Berau melalui Festival Tari Berau dan lomba lagu daerah. Paguyuban-paguyuban lain turut diberikan kesempatan untuk menampilkan keseniannya masing-masing sebagai bentuk kolaborasi dan komitmen bersama membangun Berau tercinta,” bebernya.
Maulidiyah berharap perpaduan kegiatan ekonomi dan budaya dalam Berau Expo dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, komunitas seni, dan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjaga identitas budaya daerah.
“Melalui kegiatan tersebut, Berau Expo kita harap menjadi ruang yang mempertemukan peluang usaha, kreativitas, dan kekayaan budaya dalam satu agenda yang memberi dampak bagi Kabupaten Berau,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Dedy Warseto




