TANJUNG REDEB, PORTALBERAU — Pembangunan saluran irigasi di Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, terus dikebut Pemerintah Kabupaten Berau. Hingga Sabtu (19/9/2026), progres pekerjaan telah mencapai sekitar 17 persen.
Proyek yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau melalui bidang Sumber Daya Air (SDA) tersebut memiliki masa pelaksanaan 100 hari kalender.
Kabid SDA DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan pekerjaan tersebut memiliki nilai sekitar Rp13 miliar. Pekerjaan utama mencakup pembangunan dan penggalian saluran irigasi, normalisasi saluran, pembangunan box culvert, serta timbunan untuk jalan inspeksi tani.
“Nilainya sekitar Rp13 miliar, waktu pengerjaannya 100 hari. Pekerjaan utamanya galian saluran irigasi, normalisasi, box culvert dan ada juga pekerjaan timbunan jalan inspeksi tani,” ungkap Hendra.
Lanjutnya, dari keseluruhan pekerjaan, penggalian saluran menjadi pekerjaan yang saat ini paling dikebut. Berdasarkan rencana, total panjang saluran yang akan digali mencapai sekitar 40 kilometer.
Hingga pekan lalu, progres penggalian telah mencapai kurang lebih 10 kilometer. Sementara pekerjaan pemasangan box culvert belum memasuki tahap realisasi karena kontraktor masih memprioritaskan penyelesaian pekerjaan galian saluran.
“Untuk galian saluran, rencananya sekitar 40 kilometer. Sampai minggu lalu sudah sekitar 10 kilometer yang terealisasi. Saat ini masih fokus mengejar target galian saluran,” jelasnya.
Selain saluran utama, proyek tersebut juga menyiapkan sekitar 28 titik box culvert. Infrastruktur ini nantinya menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas di sekitar kawasan irigasi, terutama pada jalur yang beririsan dengan akses masyarakat dan aktivitas pertanian.
Hendra menyebut pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan urutan pekerjaan di lapangan. Penyelesaian galian menjadi salah satu tahapan yang perlu dikejar sebelum pekerjaan berikutnya dapat berjalan secara optimal.
Pembangunan jaringan irigasi ini diharapkan dapat memperkuat dukungan infrastruktur pertanian di Kampung Sukan Tengah. Keberadaan saluran yang lebih tertata dan berfungsi baik akan menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pengelolaan air untuk lahan pertanian.
Selain fungsi irigasi, keberadaan jalan inspeksi tani juga diproyeksikan membantu akses di sekitar kawasan pertanian. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada saluran air, tetapi juga mendukung mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas pertanian.
“Kita akan terus melakukan perkembangan pekerjaan di lapangan agar setiap mutu dan kualitas serta tahapan dapat berjalan sesuai rencana dalam sisa waktu pelaksanaan yang tersedia,” kuncinya. (*/)
Penulis: Wahyudi
Editor: Ikbal Nurkarim




